Konsep Allah Menurut Para Filosof

Konsep Allah dalam filsafat Modern Barat sangat berbeda dari konsep yang dianut dalam Kristen, meskipun acuannya tetap dalam tradisi kekristenan. “Allah” para filusuf itu seringkali bukan suatu pribadi yang kepada-Nya manusia berdoa, melainkan sesuatu yang dihasilkan melalui abstraksi pikiran. Bagi Rene Descartes dan Spinoza, misalnya Allah itu suatu subtansi. Bagi Leibniz, Allah adalah monad yang menciptakan monad-monad lain, katakanlah, suatu super monad purba yang mirip dengan actus purus-nya Aristoteles dan Thomas. Bagi Kant Allah itu adalah idea rasio murni yang dipostulatkan untuk menjamin kesatuan pengetahuan manusia tentang segalanya. Bagi Hegel, Allah itu adalah akal yang adalah idea itu sendiri. Bagi Kierkegaard “Allah” itu adalah paradoks absolut. Juga bagi para kritikus “Allah”, konsep Allah ini diartikan berbeda-beda. Bagi Feuerbach “Allah” tak lain daripada hasil proyeksi psikologis manusia belaka. Dan akhirnya “Allah” yang katanya sudah mati di dalam filsafat Nietzsche itu juga merupakan konsep “Allah” yang berkembang di dalam kekristenan-kerjermanan-keeropaan-platonisme dan sebagainya. Dengan kata lain, “Allah” dalam terminologi filsafat Modern Eropa tak lain daripada eksperimen berfikir di dalam diskursus filosofis untuk mencoba memahami realitas transendental (Hardiman, 2004: 287-288).
Sebaliknya “Allah” dalam tradisi filsafat Islam tidak berbeda dari konsep Allah yang dianut oleh agama Islam itu sendiri. Yaitu Allah yang Maha segalanya, tidak ada yang pantas disembah kecuali Dia. Akan tetapi, interprestasi tentang Allah, sangat berbeda-beda, misalnya, al-Kindi menyatakan bahwa Allah adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud lain. Allah tidak mempunyai hakikat dalam arti aniah dan mahiah. Tidak aniah karena Allah tidak termasuk dalam benda-benda yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah Pencipta alam. Tidak mahiah karena Allah tidak merupakan genus atau Species. Bagi al-Farabi, Allah tidak lain al-Maujud al-Awwal sebagai konsep sebab pertama bagi segala yang ada. Melahirkan wujud kedua (al-wujud al-tsani) yang mempunyai subtansi atau Akal Pertama (al-‘Aqla al-Awwal) wujud ini berfikir tentang wujud pertama melahirkan wujud ketiga (al-wujud al-tsalis) atau Akal Kedua (al-aqla al-tsani). Kemudian berfikir tentang dirinya dan timbul Langit Pertama (al-sama’ al-ula), dst.
Bagi Ibn Rusyd, Allah merupakan Ada-Mutlak (Absolute Being). Maka Allah Maha Kuasa itu Ada Mutlak. Allah Maha Kuasa itu Sebab Pertama. Sedangkan Ibn Arabi menyatakan bahwa Allah adalah satu dalam esensinya dan banyak dalam berbagai hubungan-Nya dengan kosmos, yaitu hubungan yang ditunjukkan oleh nama-nama, dan Allah yang dipercayai manusia menurutnya adalah “Allah kepercayaan” (al-ilah al-mu’taqad), “Allah yang dipercayai” (al-ilah al-mu’taqad), “Allah dalam kepercayaan” (al-ilah fi al-i’tiqad), “Allah kepercayaan” (al-haqq al-i’tiqadi),”Allah yang dalam kepercayaan” (al-haqq al-ladzi fi al-mu’taqad), dan “Allah yang diciptakan dalam kepercayaan” (al-haqq al-makhluq fi al-i’tiqad).
“Allah” adalah fenomena universal tak berbatas, tak bersekat, dan tak berujung. Mengetahui-Nya menjadi esensi setiap agama, dan menjadi PR setiap filosof. Allah adalah konsepsi yang tak sederhana, mengenalnya membuat manusia bearti tidak hanya dalam perspektif dunia, tetapi juga akhirati. Memahaminya menyebabkan manusia berharga di dunia dan meninggal masuk Surga.
Wallahu a’lam bis al-shawab

About these ads

One Response

  1. Saya yakin, Allah tidak bisa diketahui jika kita tidak berada di jalan Allah. Di luar jalan Allah kita masuk dalam lingkaran setan yang sangat gelap, yang membuat orang buta, sehingga pengetahuan yang didapat bersifat imajiner (bukan kenyataan, jadi tidak benar). Persoalannya: Apakah jalan Allah itu bisa diketahui, atau hanya dijalani saja? Kalau bisa diketahui, siapa yang diberi tahu? Para nabi, ulama, dan sebagian filsuf saja?…Siapakah yang tahu Allah jika Allah itu bukan obyek pikiran?…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: