Gema takbir menggema dari segala penjuru Mengguncang ego hati nurani Bersujud menyebut asma Allah Mencari hakekat kurban Tuk mencapai ma’rifah keimanan Selamat Idul Adha.
Filed under: Bahasa Cinta, Puisi, Uncategorized | 1 Comment »
Gema takbir menggema dari segala penjuru Mengguncang ego hati nurani Bersujud menyebut asma Allah Mencari hakekat kurban Tuk mencapai ma’rifah keimanan Selamat Idul Adha.
Filed under: Bahasa Cinta, Puisi, Uncategorized | 1 Comment »
Malam itu kau masih tertawa Di gubuk hitam balai-balai bambu Pelita kecil dan selembar tikar usang Ketika seorang berdongeng Ia memberi seberkas sinar Kisahnya bernada indah Alurnya mengandung falsafah Namun mengapa kau tidak beranjak Angin bertiup pelan Detak jam berlalu Di kejauhan adzan subuh bergema Tak ada kokok ayam Seperti kemarin
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Aku ingin mencintaimu sederhana Seperti cinta Muhammad kepada Khadijah Sangat luar biasa Tak cukup tinta untuk menggoreskan kehebatannya Aku ingin mencintaimu sederhana Seperti cinta Ali bin Abi Thalib untuk Fatimah binti Rasulullah Sangat mempesona Bertahta intan permata
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Cinta bukan sebatas berkata kangen Sehingga cari jalan untuk bertemu Cinta bukan hanya manifestasi nafsu yang butuh pelampiasan Cinta juga bukan rasa cemburu berlebihan, sehingga harus ada terdakwa di meja hijau Cinta bukan ungkapan sayang dan ingin mati bersamanya Cinta bukan kesetiaan yang setiap detik harus diucapkan bak mantara sebelum perang Cinta bukan sebuah makna [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Lakon dalam drama baru dimulai Mengapa semua orang sudah pergi Langit memang tidak begitu cerah Tapi Pantaskah kita Lagi-lagi lukis sketsa putus asa Mengkinkah kita dapat sedikit bersabar Tetap dan mencoba tertawa Ini memang tidak lucu Tidak ilmiah Namun Di situ ada harapan Sebuah kehidupan… Tentang arti kematian Seperti khotbah-khotbah itu Setiap saat tusuk reluk [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Kau pernah bertanya Keadaan dan ketidaaan Tercover sekat tipis Seperti hujan dan angina Mungkinkah..? Kau pernah bertanya Kebenaran tunggal milik penguasa Kemunafikan setan bungkus saripati jiwa pendosa Terkam khotbah nyanyian cinta Berlutut dibawah tabir maya Ilalang bergoyang Mentari sapah manja Kemarin kau menjawab Derita alam Korban penghianatan Ritual janji di padang buaian
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Apakah kau tahu Batas kesetiaan dan kejujuran Saat salah satu mengikat Pengembaraan yang kau puja Kembali cairkan semangat Hancurkan ego Tawarkan laba Apa kau mengerti Esensi kemunafikan dan kebenaran Semua setuju Kebenaran tunggal Dengan sebilah pedang di tangan Kemunafikan plural Dengan sabda dari kitab keabadian Apakah kau paham Tarian-tarian bisu Bidadari-bidadari kecil di persimpangan jalan [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Kemarin kau masih bertanya Buat apa cinta suci Jika kesetiaan adalah barang langka Nyanyian sunyi sakit hati Buat apa….. Jika kemunafikan bersemayan diwajah-wajah kita Jika perang masih menjadi alternatif selesaikan perkara Saling hujat….. Saling maki Buat apa…. Jika tangisan masih nyata.. Di lorong-lorong sempit.. Di rumah-rumah mewah… Di pedepokan kupu-kupu malam/Di altar pemujaan tuhan Buat [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Apa itu Cinta Seorang bertanya kepadaku tentang cinta/Maka kujawab ; selami dia lewat makna-maknanya seperti keidupan Apakah cinta/Seorang sahabat berkata; cinta adalah lambang kepuasan bathin Muhammad bersabda cinta adalah salam perdamaian dalam bingkai agama Islam Yesus berucap; cinta adalah kasih tuhan pada domba-domba terbuang Budha Sidharta Guatama bersajak; cinta adalah sekelumit kisah derita tiada akhir. [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »
Pesan Bijak Dalam kehidupan/Roda waktu berputar cepat/Meninggalkan kita/Dalam kesendirian Di dalam roda waktu/Proses hidup berjalan cepat/Mencari makna dari arti sebuah kehidupan Orang bijak berkata :Untuk hidup bahagia /Jadilah orang mengerti akan dirimu Bagiku tidak/Untuk hidup bahagia/Hilangkan keterkondisianmu menjadi keterbebasan Kata orang bijak /Hidup adalah perjuangan Kataku bukan/Hidup adalah menunggu kematian Sahabat/Kau masih muda /Kau masih [...]
Filed under: Puisi | Leave a Comment »