Hugo Chavez; Bertahan di Tengah Gempuran Amerika

Hugo Chavez adalah presiden negara yang kaya penghasil minyak nomor lima di dunia. Sebelum Chavez berkuasa, kaum elite yang memegang kekuasaan politik dan ekonomi telah merampok kekayaan bumi Venezuela secara besar-besaran. Akibatnya, sebagian terbesar rakyatnya hidup sengsara. Kalangan atas yang merupakan 10% dari seluruh penduduk yang berjumlah 23 juta orang memiliki separoh dari pendapatan nasional. Kira-kira 40% dari penduduk hidup dalam kemiskinan total yang sangat parah. Tetapi setelah Chavez memerintah semua berubah drastis.
Kita berada disini untuk mengubur perdagangan bebas Amerika, teriaknya tanpa sedikitpun merasa takut.

Hugo Rafael Chavez Frias nama aslinya lahir 28 Juli 1954. Ayahnya adalah putra seorang guru dan lulusan Akademi Militer. Chavez meraih gelar insinyur Pada 1975. Walaupun hampir dikeluarkan Dari akademi karena menolak menyiksa rakyat.
Pada pemilu 1999 Chavez berhasil menduduki kursi kepresidenan, dan mendapat mandat untuk melakukan reformasi politik. Begitu menduduki kursi kepresidenan Chavez menggerakkan serangkaian politik radikal yang berwatak anti imperialisme, yang disebutnya dengan Revolusi Bolivarian.
Chavez berkata; “Saya seorang pejuang. Saya telah belajar mengetahui bagaimana caranya menang dan bagaimana untuk kalah serta tetap berjuang sepanjang hidup saya,”
Semangat Revolusi Bolivarian di Venezuela, mengantarkan Chavez untuk memperkenalkan demokrasi partisipatoris dan sosialisme abad 21. Meluncurkan serangkai program ekonomi dan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya. Mulai dari Mission Robinson (program untuk melakukan kampanye memberikan pelajaran aritmetika, membaca dan menulis kepada para remaja), Mission Guaicaipuro (program untuk memberikan perlindungan kehidupan, agama, tanah, budaya dan hak-hak orang pribumi) hingga Mission Sucre (program bebas pendidikan bagi remaja yang tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasar). Mendirikan sekolah gratis, asuransi kesehatan, pemukiman orang miskin hingga kursus komputer untuk manula, pengadaan transportasi gratis untuk rakyat yang sangat membutuhkan namun tak mampu membayar, penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan gratis, perlindungan hak-hak komunitas lokal yang selama ini terpinggirkan oleh kebudayaan dominan, pelayanan perumahan gratis bagi mereka yang miskin, upaya pengadaan kedaulatan pangan yang murah, berkualitas, organik dan bersifat lokal untuk membuka akses nutrisi bagi masyarakat yang tak mampu dan seabrek program lain yang memprioritaskan mayoritas rakyat miskin Venezuela yang selama ini selalu berada di pinggiran kebijakan. Bahkan tak tanggung-tanggung Presiden Hugo Chavez juga mengusulkan gaji untuk ibu rumah tangga. Di samping itu, Chavez berupaya menghentikan privatisasi, hingga perubahan konstitusi, yang kelak disebut sebagai Konstitusi Bolivarian. Perubahan konstitusi ini adalah upaya untuk merubah struktur ekonomi-politik yang timpang, yang selama ini hanya melayani kaum oligarkh dan elit saja.
Hugo Chavez berkata: “Kita tak ingin menjadi negara yang menindas hak hidup buruh, anak dan melukai martabat manusia. Kita tak mau jadi negara yang hanya berpikir untuk menaikkan pendapatan, kita musti jadi negara yang memprioritaskan kehidupan rakyat.”
Berkat gerakan revolusi yang Chavez gulirkan, pada 2000 Chavez diancam dibunuh oleh kelompok-kelompok yang tidak suka dengan pemerintahannya.
Pada 14 November 2001, Presiden Hugo Chavez mengumumkan serangkaian tindakan yang bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi termasuk di antaranya mengundangkan Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah yang menetapkan bagaimana pemerintah bisa mengambil alih lahan-lahan tidur, tanah milik swasta, serta mengundangkan Undang-undang Hidrokarbon yang menjanjikan royalti fleksibel bagi perusahaan-perusahaan yang mengiperasikan tambang minyak milik pemerintah.
Kebijakan ekonomi yang dinilai kontroversial terutama menyangkut Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah, di antaranya memberi kekuasaan pada pemerintah untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan real estate yang luas dan tanah-tanah pertanian yang dianggap kurang produktif mengundang protes jutaan orang di ibukota, Caracas (11 Desember 2001). Selain, mata uang Bolivar jatuh terpuruk 25% terhadap dolar AS setelah pemerintah menghapuskan kontrol terhadap nilai tukar uang yang sudah dipertahankan lima tahun.
Hugo Chavez juga mengadakan kerjasama dengan negara-negara penting di dunia, seperti India, China dan Rusia. Tetapi yang paling tidak disenangi AS adalah bahwa Venezuela menjalin persahabatan dengan fihak-fihak yang menjadi “musuh” AS, seperti Kuba, Iran, Siria (dan baru-baru ini juga dengan Hamas di Palestina). Semua ini membikin Hugo Chavez sebagai tokoh kiri yang harus dijatuhkan atau dihancurkan oleh imperialisme AS.
Hugo Chavez berkata; Jika imperialisme AS berhasil mengonsolidaikan dominasinya, maka umat manusia tidak mempunyai masa depan. Oleh karenya, kita harus menyelamatkan umat manusia
dan mengakhiri imperialisme AS”.
Setan paling nyata dalam kehidupan dunia sekarang adalah kebijakan politik-ekonomi dan dominasi Amerika yang merampas hak dan menghancurkan kehidupan sebagian besar warga dunia. Kemiskinan dalam semua dimensinya telah merenggut kehidupan rakyat Venezuela dan rakyat di sebagian besar belahan dunia ini. Kemiskinan adalah sebuah penghancuran terhadap kehidupan manusia dalam banyak sendi.

Sumber: dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: