Al-Kindi (801-866 M)

Pemikirannya adalah Talfiq yaitu memadukan antara agama dan filsafat. Menurutnya filsafat adalah pengetahuan yang benar (Knowledge of truth), dan al-Qur’an yang membawa argumen-argumen yang lebih meyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat.
Metafisika. Tuhan adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud lain. Tuhan tidak mempunyai hakikat dalam arti aniah dan mahiah. Tidak aniah karena tuhan tidak termasuk dalam benda-benda yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah Pencipta alam. Tidak mahiah katena Tuhan tidak merupakan genus atau Species. Adanya Tuhan dibuktikan dengan 3 dalil empiris yaitu dalil baharu alam, dalil keragaman dan kesatuan, dan dalil pengendalian alam.
Akal, akal atau daya rasional fungsinya untuk memahami bentuk-bentuk rasional yang bebas dari materi, atau dengan kata lain, akal memahami hal-hal yang bersifat kulliyat (keseluruhan) seperti spesies dan genus (macam dan jenis).
al-Kindi membedakan empat bentuk akal yang merupakan tahapan-tahapan proses pemahaman hal-hal yang rasional, pertama, akal yang selalu aktif. Akal ini merupakan inti (illah) semua akal dan semua objek pemikiran (ma’qilat). Kedua, akal potensial, yaitu kesiapan yang ada pada manusia untuk memahami hal-hal yang rasional. Ketiga, akal yang berubah di dalam jiwa, dari potensial menjadi aktual. Ketika jiwa memahami hal-hal yang rasional dan abstrak (al-kulliyat), maka jiwa menyatu dengannya. Akhirnya, hal-hal yang rasional dan akal berubah dari potensial menjadi aktual. Ketika pemahaman tentang hal-hal yang rasional terjadi, maka sesungguhnya jiwa setelah itu mampu memanggilnya kapa saja ia mau – seperti daya menulis pada penulis yang dapat menulis kapan saja ia mau. Oleh karena itu, akal ini disebut juga akal kepemilikan (akal propertis) dan akal mustafad yang bearti bahwa awalnya ia tidak menjadi milik jiwa kemudian menjadi miliknya. Keempat, akal lahir. Maksudnya akal serius memahami hal-hal yang rasional atau mengubahnya menjadi yang lain, dan pemahaman akal menjadi lahir dengan sendirinya dari satu sisi dan menjadi lahir bagi orang lain di sisi yang lain.
Jadi bagi al-Kindi sesuatu yang rasional adalah sesuatu yang mengeluarkan akal daya dari kondisinya yang semula menjadi seperti sekarang atau akal aktual. Selanjutnya, ketika akal aktual tersebut digunakan, ia disebut akal lahir. Dan saat akal ini berada di dalam jiwa ia dinggap sebagai qunyah atau malakah (bakat) atau akal yang bernama fi’il mustafad (tindakan yang diperoleh).
Jiwa, Jiwa adalah kesempurnaan awal bagi fisik, yang bersifat alamiah, mekanistik, dan memiliki kehidupan energik, atau kesempurnaan fisik alami yang memiliki alat dan mengalami kehidupan.
Jiwa tidak tersusun, mempunyai arti penting, sempurna dan mulia. Subtansi roh berasal dari subtansi Tuhan. Hubungan roh dengan Tuhan sama dengan hubungan cahaya dengan matahari.
Pengetahuan. Pengetahuan terbagi menjadi dua macam, yaitu pengetahuan yang bersifat inderawi dan pengetahuan yang bersifat rasional. Pengetahuan inderawi hanya memahami bentuk lahir dari segala sesuatu. Ia terdapat di dalam hewan dan manusia. Sedangkan pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang dapat menembus hakikat dari segala sesuatu. Pengetahuan ini hanya terdapat pada manusia.
Jika manusia suci dari noda, bagi al-Kindi jiwanya pada saat itu akan menjadi bening, baik, dan mampu mengetahui semua misteri yang tersembunyi. Maka pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu, tidak diperoleh melalui panca indera, tetapi dapat dicapai melalui emanasi Allah Swt.
Tidur dan Mimpi, tidur sesungguhnya merupakan proses berfikir yang mendalam ketika jiwa tidak menggunakan indera yang bersifat eksternal. Karena jiwa manusia pada dasarnya tidak pernah tidur, bahkan ia selalu tahu dan sadar.
Tidur sangat bermanfaat bagi manusia dan hewan. Sebab tidur mempengaruhi anggota tubuh untuk tidak bergerak, membuat pencernaan berfungsi penuh untuk mencerna dan memberi kesempatan badan untuk menyerap makanan yang masuk ke dalamnya serta membantunya menghilangkan kelelahan.
Sedangkan mimpi adalah proses pemanfaatan pikiran oleh jiwa dan proses peniadaan pemanfaatan pikiran oleh indera. al-Kindi mengembalikan prilaku mimpi kepada proses daya fantasi atau imajinasi, yaitu daya yang memahami bentuk-bentuk inderawi yang bebas dari materinya dan ia menjalankan fungsinya pada situasi tidur dan sadar secara bersama-sama. Oleh karena itu, setiap hal yang masuk ke dalam pikiran pada saat terjaga, maka gambarannya akan muncul dalam daya fantasi. Tampilan gambar-gambar ini sesuai dengan kadar keseriusan manusia dalam berfikir dan kadar dirinya untuk tidak menggunakan indera, sehingga seakan-akan ia menyaksikan dengan inderanya.
Menurut al-Kindi ada empat macam dan tafsiran sebab-sebab terjadinya. Pertama, Ar-ru’ya – tanbi’iyah, yaitu mimpi dimana orang melihat segala sesuatu yang belum terjadi. Kedua, Ar-ru’ya ar-ramziyah, yaitu mimpi dimana orang melihat segala sesuatu yang menunjukkan atas sesuatu yang lain atau melambangkan sesuatu yang lain. Ketiga, mimpi dimana orang melihat sesuatu yang menunjukkan atas kebalikannya. Keempat, mimpi dimana orang melihat sesuatu yang tidak benar.
Kebahagiaan, kebahagiaan sejati bagi manusia bukanlah kenikmatan yang bersifat inderawi, duniawi dan artifisial, tetapi berupa kenikmatan yang bersifat Illahiah dan ruhaniah, yang dapat dicapai manusia jika dalam keadaan suci dari noda syahwat dan kenikmatan inderawi, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga Dia memancarkan cahaya dan rahmat kepadanya. Pada saat itulah, manusia merasakan kenikmatan abadi di atas segala kenikmatan inderawi yang dapat dicapai dari kenikmatan hidup duniawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: