Al-Farabi (872-950 M)

Pemikirannya adalah Pemaduan filsafat, berusaha memadukan beberapa aliran filsafat yang berkembang sebelumnya, terutama pemikiran Plato, Aristoteles, Plotinus, juga antara agama dan filsafat disebut filsafat Singkretisme.
Metafisika, teori Ketuhanan menggunakan pemikiran Aristoteles, dan Neo Plotinus, yakni al-Maujud al-Awwal sebagai konsep sebab pertama bagi segala yang ada (Tuhan). Melahirkan wujud kedua (al-wujud al-tsani) yang mempunyai subtansi atau Akal Pertama (al-‘Aqla al-Awwal) wujud ini berfikir tentang wujud pertama melahirkan wujud ketiga (al-wujud al-tsalis) atau Akal Kedua (al-aqla al-tsani). Kemudian berfikir tentang dirinya dan timbul Langit Pertama (al-sama’ al-ula), dst
Jiwa, jiwa manusia mempunyai daya-daya yaitu Daya Gerak (Makan, memelihara, dan berkembang), Daya mengetahui (Merasa, imaginasi), Daya berfikir (akal praktis dan teoritis).
Akal. Akal Teoritis terbagi menjadi tiga: Pertama, Akal Potensial (hayulani), yang muncul pada awal penciptaan manusia. Akal potensial adalah jiwa tertentu, atau bagian dari jiwa, atau salah satu pontesi jiwa, atau sesuatu yang materinya siap atau disiapkan untuk melepaskan semua wujud dan gambarannya tanpa disertai materi. Kedua, akal Aktual (Bakat) disebut aktif atau habitaul bila dinisbatkan kepada objek rasional yang ia pikirkan, sedangkan objek rasionalnya yang belum ia pikirkan disebut potensi. dan ketiga, Akal Mustafad (akal perolehan) maksudnya ketika akal aktual menghasilkan semua objek akal dan mampu memahami objek akal yang bebas dari materei dan gamaran yang berbeda dengan materi seperti akal langit, maka pada saat itu ia menjadi akal mustafad. Akal aktual tidak akan dapat mencapai tingkat akal mustafad, kecuali jika semua objek akal tercapai atau sebagaian besar di antaranya bersifat ma’qul aktif.
Pengetahuan. Menurut al-Farabi jendela pengetahuan adalah indera, sebab pengetahuan masuk ke dalam jiwa manusia melalui indera. Sementara pengetahuan totalitas terwujud melalui pengetahuan parsial, atau pemahaman universal merupakan hasil penginderaan terhadap hal-hal yang parsial. Jiwa mengetahui daya. Dan indera adalah jalan yang dimanfaatkan jiwa untuk memperoleh pengetahuan kemanusiaan. Tetapi pengetahuan inderawi tidak memberikan kepada kita informasi tentang segala sesuatu, melainkan hanya memberikan sisi lahiriah segala sesuatu. Sedangkan pengetahuan universal dan esensi segala sesuatu hanya dapat diperoleh melalui akal..
Politik, Negara seperti tubuh manusia, ada kepala, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Syarat penguasa harus paling unggul dalam bidang intelektual maupun moral Dan memiliki kualitas-kualitas :Kecerdasan, Cinta pada kejujuran, Ingatan yang baik, Kemurahan hati, Pikiran yang tajam, Kesederhanaan, Cinta pada pengetahuan, Cinta pada keadilan, Sikap moderat dalam hal makanan, minuman, dan seks, Ketegaran dan keberanian, Kesehatan jasmani, Kefasihan berbicara
Moral, Sifat utama untuk bahagia dunia akherat adalah memperoleh; Keutamaan teoritis, Keutamaan pemikiran, Keutamaan akhlak, Keutamaan amaliah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: