Hasan Nasrallah

HASAN NASRALLAH;
PENANTANG SEJATI ISRAEL DAN AMERIKA
Oleh: Havis A

Syaikh Hasan Nasrallah adalah Sekretaris Jenderal Hizbullah. Di bawah kepemimpinannya Hizbullah mampu mematahkan setiap serangan Israel bahkan dalam beberapa peperangan Israel nyaris kalah.
“Hai pemimpin-pemimpin negara Arab, jadilah laki-laki walau hanya sehari.” teriaknya mengejek para pemimpin-pemimpin Arab yang selalu jadi banci di depan Amerika Israel.
Pasukan Hizbullah tak pernah sekalipun menampakkan kegentarannya walau Israel membombardir kota Lebanon dan membinasakan ribuan korban sipil. Bahkan gencatan senjata yang mengakhiri agresi militer itu seolah tak mampu meredam semangat Hizbullah untuk mengulang kembali kekalahan Israel tahun 2000.

Hassan Nasrallah lahir pada 31 Agustus 1960 di Beirut. ketika kecil terpaksa mengungsi bersama keluarganya saat perang Lebanon meletus tahun 1975. Di usia 18 tahun, dia pun mulai terlibat aktif dalam dunia politik di sebuah sekolah yang dimiliki kelompok muslim Shia di Najaf, Irak. Dia mengawali langkah politiknya dengan bergabung bersama kelompok milisi Syiah Amal dan menjadi perwakilan Amal untuk wilayah Bekaa. Di tempat itulah dia bertemu dengan Sayyad Abbas Musawi, pemimpin Hisbullah sebelumnya.
Saat itu dia mulai mendalami ajaran agama di sekolah yang didirikan oleh Musawi. Namun, invasi yang dilakukan Israel tahun 1982 mengubah segala sesuatu. Nasrallah bersama beberapa kawannya keluar dari Syi’ah Amal setelah mendapat tekanan untuk bergabung dengan Front Pembebasan Nasional yang memiliki hubungan dengan Israel.
Pada tahun 1982 berdiri kelompok Hizbullah yang terinspirasi Revolusi Islam Iran. Hizbullah terdiri dari sayap militer dan sipil dengan tujuan untuk memerangi pendudukan Israel di selatan Lebanon. Perjuangan Hisbullah mendapatkan simpati dari beberapa negara tetangga. Iran dan Suriah diindikasikan sebagai negara sponsor utama dalam hal persenjataan dan pendanaan. Nasrallah mulai bergabung dengan Hizbullah.
Kemudian Hasan Nasrallah didaulat sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah, menggantikan posisi Sayyid Abbas al-Musawi yang tewas bersama istri dan anaknya akibat serangan dari Israel.
Seminggu setelah Nasrallah menjadi pemimpin Hisbullah, sebuah bom bunuh diri terjadi di kedutaan besar Israel yang ada di Argentina, menewaskan 29 orang dan melukai sedikitnya 100 orang. Hal itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel yang menewaskan Musawi. Di samping itu, Sejak dipimpin Nasrallah, beberapa kasus terorisme diyakini melibatkan Hisbullah. Sebuah ledakan lain juga terjadi di sebuah permukiman Yahudi di tahun 1994, yang menewaskan 85 orang dan melukai 200 orang lebih.
Nasrallah juga dikenal sebagai pemimpin yang memuji tindakan bom bunuh diri yang dilakukan para pejuang Palestina. Dia mengatakan bahwa tindakan itu menjadi sebuah senjata untuk menciptakan rasa ketakutan yang juga dirasakan bangsa Palestina. Beberapa bulan terakhir, dia juga dikabarkan memberikan informasi pada kelompok pejuang Palestina.
Nasrallah juga menjadi figur yang memberikan komando dalam perlawanan Hisbullah melawan Israel. Dia memutuskan untuk menyandera tentara Israel yang akan ditukarnya dengan beberapa tawanan. Strateginya itu memang membuat Israel harus berbagi konsentrasi dengan perlawanan Hamas yang juga menculik tentara mereka.
Nasrallah bahkan tidak takut jika Israel memperluas serangannya. Dia juga sempat mengatakan bahwa hal ini adalah permulaan dari sebuah perang. Pria yang juga membaca buku karangan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan Benjamin Netanyahu itu juga siap melancarkan serangan besar ke Israel. Buktinya, Nasrallah segera meminta pasukannya membalas serangan Israel sesaat setelah Israel menghancurkan markas mereka di Beirut. Hasilnya, sebuah kapal perang Israel rusak berat akibat serangan itu.
Pada Juli-Agustus 2006 Hasan Nasrallah, mengumumkan perang terhadap Israel. Ini merupakan reaksi atas terbunuhnya Imad Mughnih, salah satu komandan kelompok Hizbullah, dalam serangan bom mobil di ibu kota Suriah, Damaskus. Mughnih meninggal dalam usia 45 tahun difitnah Israel terlibat sejumlah serangan teror pada 1980 dan 1990-an, termasuk pengeboman Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires, Argentina, pada 1992, yang menewaskan 29 orang serta pengeboman barak marinir Amerika Serikat di Beirut pada 1983, yang membunuh 241.
Nasrallah berkata di tengah-tengah acara pemakaman Mughnih yang dihadiri sekitar 20 ribu orang, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki; “Zionis, bila kalian ingin berperang terbuka, dengarkanlah, wahai, seluruh dunia: mari kita mulai berperang,”
Hizbullah melakukan perang terbuka dengan Israel yang berlangsung 33 hari. Hezbullah memberi kesempatan pasukan angkatan darat Israel selama 3 hari memasuki Khiyam dan Aita Syiab. Saat itu Israel mengerahkan 35 tank Merkava menyerang Khiyam dan Hezbollah berhasil menghancurkan 23 tank Merkava. Akibatnya, Israel tak habis mengerti bagaimana caranya tank yang dibanggakannya dapat hancur.
Hasan Nasrallah mengatakan, perang meletus karena Presiden Bush, menentang gencatan senjata dan Israel melancarkan serangan dari darat, udara, dan laut. Pemerintah Lebanon berperan sebagai boneka Israel dengan membiarkan seluruh sistem komunikasi Lebanon terbuka, sehingga Israel dapat melakukan penetrasi. Akibatnya, Hezbullah tak mungkin menggunakan telepon rumah, HP, dan walkie talkie.
Saat perang berkecamuk, Menlu AS Rice bilang Hezbullah akan kalah. Kepada semua orang ia bilang “Jika keesokan harinya kalian masih melihat Hasan Nasrallah masih hidup, maka akan dapat kalian lihat dia di Guantanamo”. Tapi Nasrallah menyebut Israel lebih lemah dari sarang laba-laba, dan para jenderal Israel dan analis militer bingung tentang cara koordinasi dan kerja sama Hezbollah yang tak bisa mengoperasikan semua alat komunikasi, tapi bisa membuat Israel tak berani melanjutkan serangan kemudian mundur dan 68 tentaranya tewas. Dalam perang 33 hari Hizbullah mampu menghadapi Israel yang dibantu oleh Amerika dan sebagian negara-negara Eropa. Kemenangan itu membuat Sayyid Hasan Nasrullah menjadi terkenal di seluruh dunia. Olmert PM Israel sendiri harus terpaksa mengakui bahwa orang paling berani di tahun 2006 adalah Sayyid Hasan Nasrullah. Kemudian Komisi Winograd yang dibentuk pascaperang menyimpulkan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sangat gagal dalam perang yang bertujuan membebaskan dua tentara Israel yang diculik Hizbullah itu.
Para pelayat yang menyaksikan penguburan di pinggiran selatan ibu kota Beirut itu mengibarkan bendera Hizbullah berwarna kuning. Mereka juga meninju ke udara saat pemimpin karismatik mereka ini menegaskan pernyataan seraya mengacungkan jarinya. “Perang Juli belum selesai, itu masih terus berlangsung dan tidak pernah ada gencatan senjata,” ujar Nasrallah, yang masuk daftar buruan nomor satu Israel.
Nasrallah menekankan kematian Mughnih bakal berjasa bagi penghancuran negara Zionis itu. Ia juga mengkritik pembunuhan yang terjadi di negara orang itu. “Kalian telah membunuh dia di luar medan tempur. Tempat bertempur kami dengan kalian di wilayah Libanon,” ujarnya.
Pada 20 Januari 2008 Hassan Nasrallah, tampil di depan publik untuk pertama kalinya sejak September 2006. Sekaligus untuk memeringati hari suci Ashura. Dia disambut meriah oleh sekitar 1 juta umatnya. Massa mengelu-elukan dan memanjatkan doa keselamatan buatnya.
“Semoga Allah melindunginya, Matilah Amerika, matilah Israel.” demikian sebagian doa yang dipanjatkan massa.
Dalam pidatonya di depan puluhan ribu pendukung, Nasrallah menyatakan siap meladeni Israel, jika negara Yahudi itu menginginkan perang lagi.
“Jika Israel melancarkan perang baru, kami berjanji akan meladeni perang yang akan mengubah seluruh wilayah,” ancamnya
“Kami punya kepala, tangan, dan kaki tentara tersebut. Apa yang akan dikatakan Israel kepada keluarga dua tentara tersebut,” katanya
“Bush hanya ingin meyakinkan kepada para pemimpin dan rakyat di wilayah ini bahwa Iran adalah lawan dan ancaman, bahwa Iran sangat berbahaya dan bahwa Israel adalah saudara,” katanya. Mengecam kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush ke Timur Tengah yang berakhir 16 Januari 2008.
Nasrallah meminta negara-negara Arab mengabaikan propaganda Bush yang dia sebut sebagai “Visi Setan” dan tetap komitmen untuk melawannya.
Nasrallah juga mengkritik pemimpin-pemimpin Arab yang menekan Liga Arab dalam upaya mengatasi krisis. Menurutnya, mereka harus berhenti memberi pelajaran demokrasi.
“Saya merasa aneh ketika mendengar para pemimpin Arab bicara soal demokrasi, sementara rezim mereka tak tahu apa-apa tentang demokrasi,” kritiknya.
Kemenangan Hizbullah atas Israel memiliki arti penting bagi eksistensi Hizbullah dan Israel itu sendiri. Smith Alhadar, Penasihat Indonesian Society for Middle East Studies berkata; “Hizbullah telah membuktikan, bahwa Israel bukanlah pasukan terbaik di dunia.”
Musthafa Abd. Rahman, wartawan KOMPAS, kini tinggal di Cairo, Mesir berkata; “Selama proyek zionisme dan imperialisme masih ada di Lebanon dan dunia Arab, Hizbullah akan terus berjuang demi tanah dan kehormatan.”
Mahmud Qomati, anggota dewan politik Hizbullah berkata; “Israel tidak mampu menghajar satu pun peluncur roket kami atau membunuh salah satu pemimpin kami,”

Sumber. Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: