Ahmadinejad

MAHMOUD AHMADINEJAD;
PRESIDEN PELAYAN RAKYAT
Oleh: Havis A

havis-11Ahmadinejad lahir dari rahim seorang Ibu yang bersuamikan seorang pandai besi. Sejak kecil ia dididik dengan sikap tegas, tegar, dan penuh martabat. Ahmadinejed lahir pada tanggal 28 Oktober 1956. Masa kecil dihabiskanya di desa Aridan, dekat kota kecil Gamsar, sekitar 100 km dari Taheran, Ibukota Republik Islam Iran.
Ketika berusia setahun Mahmoud Ahmadinejad pindah ke Iran bersama enam saudaranya yang lain. Kehidupan yang sederhana memoles keperibadiannya yang santun dan apa adanya. Karena ketertarikannya pada dunia teknik maka Mahmoud Ahmadinejad melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Amran pada tahun 1975 dan memilih jurusan Arsitektur. Di kampus itulah kesadaran kritis dan militansinya di bentuk.
Ketika di Kampus, Ahmadinejad menjadi pengikut setia aktivis gerakan mahasiswa yang bergaris ideologi ajaran Imam Khomeini. Sejak saat itu ia menjadi pengikut setia Imam Khomeini, baik dalam prilaku maupun prinsip politiknya sampai sekarang.
Ahmadinejad turut terlibat dalam banyak gelombang protes terhadap  kekuasaan Syah Reza Pahlevi yang korup dan tunduk kepada kepentingan Amerika. Puncaknya Ahmadinejad menjadi orang yang terlibat dalam kelompok pengepungan dan penyanderaan kedubes AS di Iran. Karena Ia tahu kalau kedutaan itu hanya topeng dari sebuah institusi yang bernama CIA. Sejak saat itu Ahmadinejad paham bahwa biang permasalah dunia adalah kekuasaan keji Amerika Serikat yang suka ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain.
Gelombang protes semakin meningkat dari rakyat dan mahasiswa, meledakkan revolusi besar yang dikomandai sang Imam besar Ayatullah Imam Khomeini, membuat Syah Reza Pahlevi harus melarikan diri ke luar negeri. Setelah itu, Iran langsung kembali ke tangan ulama yang tetap memagang teguh sikap anti Amerika yang selalu jadi biang masalah dunia.
Melihat perlakuan rakyat Iran dan mahasiswa seperti itu, Amerika tidak tinggal diam. Melalui muslihat dan kelicikan tingkat tinggi, Amerika memprovokasi Saddam Husein bahwa revolusi Islam Iran yang dikomandai para ulama sangat berpotensi mengancam keberadaan negara Irak. Maka terjadilah perang Irak – Iran yang berjalan begitu panjang, Imam Khomaeni memanggil putera-putera Iran terbaik untuk pergi ke medan perang. Pemanggilan yang menyentuh tersebut membuat Ahmadinejad rela meninggalkan profesinya sebagai dosen untuk berangkat pergi ke medan perang di bagian barat Iran. Cita-cita mati Syahid membuat Ahmadinejad dikenang sebagai seorang pemberani yang tak kenal rasa takut. Keahliannya berperang membuat dirinya dipercaya untuk memegang beberapa operasi militer yang dilakukan di Kirkuk, Irak.
Ketika perang usai Ahmadinejad kembali lagi ke kampus menjadi dosen karena para mahasiswa sudah sangat merindukannya. Di samping berprofesi sebagai dosen, Ahmadinejad juga menjabat sebagai staf ahli kebudayaan dari kementerian pendidikan tinggi di Iran. Sebelum itu jabatan politik usai perang adalah menjadi wakil gubernur, kemudian gubernur Maku dan Khoy. Kepribadian dan kesantunannya yang membuat Ahmadinejad terpilih sebagai gubernur Provinsi Ardabil dari tahun 1993 sampai Oktober 1997. Selama menjabat banyak prestasi yang menakjubkan berhasil di raih Ahmadinejad. Ketika gempa menggetarkan Iran dengan cekatan Ahmadinejad berhasil merekonstruksi 7500 unit rumah penduduk yang hancur dalam waktu 7 bulan.
Saat menjabat sebagai walikota Taheran, Ahmadinejad mendapat penghargaan dari dunia Internasional sebagai 65 Walikota Terpilih Dunia. Ahmadinejad selalu masuk kantor pukul 06. 00 pagi sampai pukul 24. 00 dan menghabiskan waktu untuk membereskan semua urusan warga kota. Bahkan dia hanya sekali tidak masuk kerja karena sakit, itu pun hanya setengah hari.
Sebagai walikota kehidupannya sangat sederhana, hanya memiliki mobil berusia 30 tahun, rumah berusia 40 tahun dengan lebar 175 meter persegi dan berada di perkampungan distrik kelas bawah di Taheran Timur. Memiliki dua rekening, tetapi yang satu kosong, sedangkan lainnya digunakan untuk menerima gaji mengajarnya.
Ketika ada tamu datang ke rumahnya dan disuguhkan minuman yang tanpa es maka sang tamu bertanya, kenapa tidak pakai es? Pembantu yang menyusuhkan itu bilang: lemari es rusak dan belum ada uang untuk memperbaikinya. Bahkan pernah suatu hari Ahmadinejad menegur anaknya yang terlalu lama mengakses internet, karena dirinya tak cukup banyak uang untuk membayarnya.
Ketika listrik mati di Iran maka sejumlah pegawai membawakan mesin pemanas ke rumahnya. Ahmadinejad menolak dengan berkata: ”Kalau rakyatku dan kaum mustadh’afin menggigil kedinginan, mengapa pula aku harus bersenang-senang dengan mesin pemanas ini.
Saat terpilih menjadi presiden kalimat pertama yang diucapkannya ”Saya bukanlah presiden, saya adalah pelayan rakyat.” Kemudian menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang ucapan iklan selamat sekaligus melarang fotonya dipasang di semua kantor.
Pendidikan gratis untuk sekolah pemerintah, dari SD hingga perguruan tinggi merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh, di samping kebijakan perumahan untuk mereka yang miskin. Rumah untuk mereka yang miskin sekaligus tahan gempa adalah kebijakan politik pemerinatahn Iran di bawah Ahmadinejad .
Ahmadinejad adalah presiden yang kritis, berani, dan tegas. Ia tetap mempertahankan pembangunan uranium walaupun banyak tekanan Internasional yang menganggap bahwa Iran akan membuat nuklir dan mengancam perdamaian dunia.
Penasehat Presiden Ahmadinejad, Muhammad Ali Takshiri, mengungkapkan kebusukan masyarakat Internasional katanya: ” Dunia sedang terpecah. PBB yang seharusnya menjadi penjaga perdamaian, tidak bisa menjalankan tugasnya…Amerika tidak bisa membuktikan langkah pengkayaan Uranium yang jadi keputusan politik pemerintahan Iran sebagai kekeliruan. Amerika sudah tahu membesar-besar masalah ini melalui media massa.
Mengenai hal tersebut Ahmadinejad berkata; ”Kami sama sekali tidak menginginkan ketegangan hubungan di dunia, bahkan kami mendambakan perdamaian dan ketentraman di dunia. Akan tetapi, kami tidak berhak menerima pemaksaan.”
Saat melawat pertama kali keluar negeri, Ahmadinejad terlebih dahulu mendatangi markas Besar PBB yang berkedudukan di New York. Ia menyampaikan berbagai usulan mengenai tata dunia bary yang menurutnya lebih berprinsip keadilan, kesetaraan, spiritualitas dan penghapusan diskriminasi. Selain itu, mengkritik  hak veto pada segelintir negara adi daya yang menurutnya merupakan cerminan diskriminasi di tubuh PBB.  Ahmadinejad berkata: ”Tabiat barat dari dulu sampai sekarang ingin menguasai dunia dan menjadikan banyak negara sebagai jajahan..kita bisa melihat banyak negara diktator, tapi karena mereka kawan, Barat dan Amerika tetap saja melindunginya. Bahkan mereka menganggapnya sudah menerapkan demokrasi.”
Presiden Partai Malaysia (PAS), berkomentar tentang Ahmadinejad: ”Orang geram kepada Mahmoud Ahmadinejad sebab dia yang perintah dunia, bukan dunia yang memerintahnya. Amerika tak tahu jalan berfikir semacam ini.

Sumber. Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: