AYATULLAH RUHULLAH KHOMAENI;

photo1056Khomaeni adalah seorang ulama dan guru Syi’ah, ia banyak menulis buku terutama tentang filsafat, hukum dan etika Islam. Ceramah-ceramanya tentang penolakan terhadap pengaruh Barat dalam pemerintahan dan komitmennya memperjuangkan kemurnian Islam, berhasil membangun revolusi Islam dan menumbangkan rezim diktator Shah Mohammed Reza Pahlavi boneka Amerika Serikat.

Ayatollah Ruhollah Khomeini Lahir di Khomeyn, Iran tahun 1900. Ia adalah cucu dan anak dari mullah (pemimpin Syi’ah di Iran). Ketika berusia lima bulan, ayahnya dibunuh orang bayaran atas perintah pemilik tanah. Ia belajar teologi di Arak dan di kota suci Qom, dan menetap di sana sekitar tahun 1922. di Sana juga ia mulai membangun dasar politik untuk melawan dinasti tiran dan korup pimpinan Shah Mohammed Reza Pahlavi. Pada tahun 1930, ia mengubah namanya menjadi Khomeyn seperti tempat kelahirannya.
Pada dekade 1950-an, ia diangkat sebagai ayatullah atau pemimpin tinggi Syi’ah dan pada 1960-an, ia mendapatkan gelar ayatullah ruhullah atau pemimpin tertinggi masyarakat Syi’ah Iran.
Pada 1962-1963, Khomeini mulai melakukan manuver politik, ia berpidato untuk menyampaikan khotbah dari Faiziyveh School yang mendakwa negara berkolusi dengan Israel dan mencoba “mendiskreditkan al-Qur-an.” Penangkapannya yang tak terelakkan oleh polisi rahasia Iran, SAVAK, memancing kerusuhan besar-besaran dan reaksi balasan dari pihak keamanan yang mengakibatkan kematian ribuan orang. Khomeini kemudian di kirim ke pembuangan di Turki.
Pada 4 November 1964 setelah keluar dari penjara, Khomeini diasingkan. Kemudian ia tinggal di kota suci orang Syi’ah Najaf, Irak. Dari sana, ia kembali melancarkan gerakan penolakan terhadap kebijakan Shah dan berupaya mendirikan negara Republik Islam Iran.
Pertengahan 1970-an, pengaruh Khomeini berkembang pesat, seiring dengan ketidaksukaan rakyat terhadap rezim Shah yang korup. Rezim Shah memintah penguasa Irak Saddam Husein untuk mengusirnya. Saddam yang memang sudah munculkan rasa ketidaksenangan tehadap Khomeini pada 6 Oktober 1978 melaksanakan permintaan tersebut, Khomeini dipaksa meninggalkan Najaf. Kemudian, Khomeini menuju Prancis dan menetap di daerah pinggiran Paris, Neauphle le Chateau. Dari sana, Khomeini mengirimkan ceramah-ceramahnya lewat kaset kepada para pengikutnya yang semakin meningkatkan ketegangan rakyat Iran. Demonstrasi dan pemogokan terjadi di mana-mana, pemerintah Shah merespon dengan cara menangkap dan meningkatkan tindak kekerasan kepada rakyat sipil. Puncaknya pada 16 Agustus 1979 gerakan revolusioner pecah dan berhasil menumbangkan rezim Shah dan keluarganya.
Khoemini berkata; ”Dengan mendukung elemen-elemen ini (Dinasti Pahlevi), maka Amerika di mata muslim adalah pemimpin dari seluruh penindas dan penjahat dalam segala sejarah. Agar bisa menggunakan secara bebas sumber daya kaum muslim yang melimpah pemerintah Amerika telah menempatkan jutaan orang terhormat dalam cengkraman agen-agen mereka, yang tidak memiliki kualitas sebagai manusia. Amerika menutup mata atas hak-hak ratusan juta kaum muslim, menegakkan kejahatan sebagai penguasa atas nasib mereka, mendukung rezim ilegal di Iran dan pemerintahan batil Israel untuk merampas hak-hak kaum muslim dan mencabut kebebasan mereka.
Patut disesali bahwa Islam dan mereka yang mengaku sebagai pengikut Islam berada dalam keadaan seperti sekarang. Islam sangat keras pada pelanggar dan penjajah, namun masih saja mereka yang mengakui sebagai pengikut Islam mendukung orang-orang seperti itu.
Amerika adalah pemimpin para penjajah, dan kejahatan-kejahatan belakangan ini yang terjadi di Beirut Libanon dilakukan secara terbuka oleh para penjahat zionis, namun dari tangan tersembunyi Amerika. Amerika adalah pelaku utama……
Pada 1 Februari 1979 Khomeini pulang, disambut ratusan ribu rakyatnya di Taheran dan langsung didaulat rakyat menjadi pemimpin revolusi Iran. Bulan Maret dan April, Khomeini kembali ke kampung halaman dan mengendalikan pemerintahan dari sana. Setelah itu, memproklamasikan Republik Islam Iran dan bulan Desember dilakukan referendum untuk membuat konstitusi baru tentang Republik Islam Iran.
Amerika Serikat dan Uni Soviet cemas melihat perkembangan revolusi Islam Iran karena yakin di masa mendatang Islam akan mengalami kebangkitan dan Iran menjadi titik awal penyebaran semangat revolusi serupa di negara-negara yang menjadi boneka Amerika dan Uni Soviet.
Untuk menghambat itu semua, Amerika mengambil langkah permusuhan dengan Iran dengan semboyan kelompok manapun boleh berkuasa di Iran, asal bukan Khomeini mereka memprovokasi Irak yang mayoritas pengikut Syi’ah sebagai ancaman bagi pemerintahan Saddam Husein yang Sunni dan meminta Saddam untuk tidak lagi mengakui perjanjian pengaturan hak-hak Navigasi di Shatt al-Arab yang ditandatangani kedua belah pihak pada 1937 dengan  alasan perjanjian tersebut sangat tidak adil karena dibuat sewaktu Irak masih berada di bawah protektorat Inggris.
Pada 1981 Irak menyerang Iran. Menanggapi perang tersebut penasehat Politik Jimmy Carter menyatakan; ”Perang itu dilakukan sebagai jawaban terhadap provokasi tidak henti-hentinya yang dilakukan Khomeini dan sahabat-sahabatnya”. Perang itu berlangsung 8 tahun. Perang itu akhirnya berhenti dalam keadaan status quo tidak ada yang kalah atau menang. Tidak ada yang mau melanjutkan peperangan walau tidak ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak untuk mengakhiri perang.
Sejak saat itu pula kebencian Amerika terhadap Iran semakin menjadi-jadi hingga sekarang. Berbagai taktik muslihat digunakan oleh Amerika untuk menghancurkan Iran, mulai dari isu senjata nuklir, rudal balistik sampai menempatkan Iran sebagai salah satu negara poros kejahatan. Bahkan berkali-kali embargo ekonomi dan politik. Namun Iran tidak bergeming, tidak takut dan tetap berdiri tegak semuanya berkat sentuhan luar biasa Khomeini sang arsitek revolusi Islam Iran.
”AS adalah setan besar yang paling dibenci di seluruh dunia” kata Khomeini tanpa rasa takut.
Khomeini melanjutkan; ”Sekarang, semua masalah kita berasal dari Amerika, semua masalah kaum muslim berasal dari Amerika adalah Amerika yang memperkuat zionisme dan terus melakukan itu, dan yang membunuh saudara-saudara kita, kelompok demi kelompok.”
Khomeini adalah presiden yang sukses. Ia berhasil membangun garis politik di atas syariat Islam dan konsisten anti timur dan anti barat. Model pemerintahan teokratisnya, sampai sekarang masih berdiri tegak. Bahkan semakin diperhitungkan negara-negara lain, tak terkecuali Amerika Serikat.
Ketika menjabat sebagai pemimpin Iran, tindakan pertama yang dilakukan adalah pembersihan politik dengan mengeksekusi ratusan pendukung setia Shah, mewajibkan perempuan memakai jilbab, melarang musik barat dan alkohol, dan tindak pidana diadili berdasarkan syariat Islam. Sedangkan di bidang politik luar negeri Khomeini menghilangkan sisa-sisa kecenderungan Shah pro Barat dan mengambil sikap tegas terhadap Amerika dan Uni Soviet. Selain itu, Khomeini juga memberikan sanksi kepada rakyat Iran yang selama lebih dari setahun mengambil alih kedutaan besar Amerika dan menyandera diplomatnya di Taheran pada 4 Januari 1979. Menolak menyetujui penyelesaian damai perang Irak-Iran yang dimulai pada 1980 karena ia menghendaki penyelesaian yang adil dengan menjatuhkan sanksi kepada Irak sebagai pihak yang memulai perang dengan jaminan, penguasa Irak Saddam Husein harus mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, akhirnya Khomeini menyepakati gencatan senjata yang efektif untuk mengakhiri perang.
Khomeini meninggal di Teheran pada 3 Juni 1989. Ratusan ribu rakyat di seluruh dunia berduka. Islam kehilangan seorang pemimpin yang mampu menjadi pesaing utama Amerika dan para sekutu-sekutunya.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: