Fidel Castro

FIDEL CASTRO;
PAHLAWAN SEJATI RAKYAT KUBA
Oleh. Havis A

havis-24Bersama Che Guevara, Fidel Castro mempelopori suatu model sosialisme Kuba. Model sosialisme Kuba kemudian menjadi barometer gerakan sosialisme Amerika Latin maupun Amerika Selatan, seperti gerakan Sandinista Daniel Ortega di Nikaragua, Salvador Allende di Chile, dan Camilo Torres di Columbia.
Dengan semangat revolusioner, Castro bergerak dan tidak kenal lelah mempertahankan “nurani bangsa” untuk membawa negaranya terbebas dari setiap penindasan dan hegemoni negara asing. Dengan slogan yang meggerakkan, “Partia O Muerte, Venceremos(Tanah Air atau mati, demi kemenangan)”, dia bergerak pantang menyerah.

Fidel Castro Ruiz lahir pada 13 Agustus 1926 di Biran, daerah Mayari yang saat itu bagian dari provinsi Oriente, daerah paling timur Kuba.
Fidel berkata: “Ada tiga alasan mengapa harus menjadi reaksioner. Pertama, aku adalah anak seorang tuan tanah. Kedua, aku dididik di sekolah-sekolah relegius yang para siswanya adalah anak-anak orang kaya. Ketiga, aku tinggal di Kuba, tempat semua film, publikasi, dan media massa berlabel ”made in USA”
Ketika mahasiswa, kegiatan utama Castro di kampus adalah politik garis keras yang berupaya menggabungkan tujuan-tujuan romantis, politik, pribadi. Pada 1947, Castro ikut ikut ambil bagian dalam upaya menguasai Republik Dominika dan menjatuhkan Generalissimo Rafael Trujillo serta dalam pemberontakan penduduk Bogota, Kolombia pada April 1948.
Setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Havana pada 1950, Castro membuka praktik hukum dan menjadi anggota Partai Rakyat Kuba yang reformis. Castro mewakili partai itu sebagai kandidat anggota DPR dari wilayah Havana untuk pemilu yang berlangsung Juni 1952. Setelah gagal melalui upaya legal untuk mengalahkan presiden Kuba Jenderal Fulgencio Batista, Castro mulai menyusun kekuatan pemberontakan yang mulai bereaksi tahun 1953.
Pada 26 Juni 1953, ia memimpin sekitar 160-an orang dalam serangan berani mati ke markas militer Mancada di Santiago de Cuba. Namun serangan tersebut dapat dipatahkan, kebanyakan dari mereka terbunuh. Sedangkan Castro sendiri tertangkap. Dalam sebuah sidang Castro dihukum 15 tahun penjara.
Pada 1955, Castro dan adiknya Raul dibebaskan dengan amnesti politik. Mereka berdua kemudian pergi ke Meksiko untuk melanjutkan kampanye melawan rezim Batista. Di sana, Castro memimpin orang-orang Kuba yang diasingkan ke dalam kelompok revolusioner yang disebut Gerakan 26 Juli.
Pada Desember 1956, Castro dan 80 orang tim ekspedisi bersenjata memasuki Provinsi Oriente dengan menggunakan kapal yang bernama Granma. Pasukan Castro disergap tentara Batista, semua terbunuh kecuali Castro, Raul, Che dan sembilan orang lainnya karena dapat melarikan diri. Mereka kembali ke Sierra Maestra, barat daya Provinsi Oriente untuk perang gerilya melawan tentara Batista.
Setelah semakin mendapat banyak simpati rakyat dan memperoleh banyak kemenangan-kemenangan dalam setiap pertempuran. Sehingga membuat dukungan politik pemerintah melemah dan kekalahan militer semakin berlipat ganda karena Castro dengan 800 pasukan berhasil mengalahkan 30. 000 pasukan pemerintah, akhirnya pada 1 Januari 1959 Batista kabur meninggalkan Kuba.
Kemenangan Castro dan pasukannya disambut gegap gempita Rakyat Kuba. Namun kegembiraan tersebut tdiak berlangsung lama Junta militer mengambil alih kekuasaan dengan Naiknya Manuel Urrutia, seorang moderat liberal sebagai presiden dan Castro diangkat menjadi Komandan Angkatan Bersenjata di Pemerintahan sementara Kuba. Fidel Castro dan Che Guevara menentang militer baru dan menyerukan pasukan dan rakyat meneruskan perjuangan. Setelah berhasil memenangkan setiap pertempuran terutama di Santa Clara Pada Februari 1959, Castro menjadi Kepala Pemerintahan, ketika Urrutia dipaksa untuk mengundurkan diri pada Juli 1959. Castro pun mengambil alih kekuasaan politik.
Setelah menjabat sebagai Kepala Negara Castro segera menerapkan kebijakan pemerintahannya yaitu mengambil alih perusahaan milik AS. Kebijakan tersebut, membuat AS merasa dilecehkan. Kemarahan semakin menjadi tatkala Castro kerap melancarkan agresi retorisnya yang anti AS. Pada Februari 1960 Ekskalasi permusuhan hampir mencapai klimaksnya saat Castro menandatangani kesepakatan dengan Uni Soviet.
Pada 1961, AS memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Kuba, sebagai balasan atas tindakan presiden Castro dan pada April 1961, AS mempersenjatai rakyat Kuba di pengasingan untuk masuk ke Kuba dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Castro. Presiden John F. Kennedy juga mengerahkan mafia AS – terdiri dari sejumlah anggota CIA yang sudah terlatih ke teluk Babi untuk membunuh presiden Castro. Namun ketika mendarat di teluk Babi, pasukan Amerika tersebut dapat dihancurkan angkatan bersenjatan Kuba.
Untuk mengantasipasi kemungkinan serangan-serangan AS berikutnya, Castro kemudian mulai memesan senjata US. Pada 1962, dengan bantuan US, Kuba membangun pangkalan rudal balistik rahasia. Pangkalan itu mampu meluncurkan rudal berkepala nuklir ke kota-kota di AS. Dengan adanya pangkalan itu, secara teknis militer Kuba sanggup menghancurkan AS. Perkembangan itu tentu saja sangat mencemaskan AS. Bahkan AS pun semakin gerah dalam hubungannya dengan US. Hubungan kedua negara tersebut menjadi tegang. Ketegangan ini membuat situasi global kian mencekam yang ditandai dengan mulai menguatnya polarisasi blok Barat dan Timur.
Pada 1980an, Castro tampil sebagai salah seorang pemimpin dunia ketiga dan negara-negara Nonblok dan menegaskan keinginannya untuk memperbaharui hubungan diplomatik dengan AS jika negara itu menghentikan embargo ekonominya terhadap Kuba.
Selama Kuba menerima perlakuan embargo ekonomi AS, rakyat negeri itu mengalami kekurangan pangan dan obat-obatan. Oleh karena itu, AS berencana untuk memberi bantuan pangan dan obat-obatan kepada penduduk Kuba. Namun Castro menolak keras rencana tersebut. Rakyat Kuba tidak memerlukan bantuan dengan dalih kemanusiaan. Rakyat Kuba lebih memerlukan dicabutnya embargo AS.
”Bantuan pangan dan obat-obatan itu sangat melukai hati rakyat Kuba. Apa artinya memberi bantuan tetapi memberi hukuman juga?” ”Bantuan itu dimaksudkan untuk mengambil hati rakyat Kuba agar mau menilai AS sebagai Dewa Penolong dan memandang pemimpin Kuba sebagai figur yang menyengsarakan rakyatnya.”
”Rakyat Kuba memandang nasib mereka sekarang sebagai bagian perjuangan untuk menegakkan martabat dan harga dirinya. Oleh karena itu, rakyat Kuba tidak pernah menyesal
”Kuba tidak akan mengemis. Kuba tidak akan meminta bantuan kemanusiaan, selain akhirnya blokade.” Teriak Castro berapi-api.
Pada 12 April 2000 saat berbicara di KTT para pemimpin negara-negara Selatan yang tergabung dalam kelompok 77 di Havana, Fidel mengkritik (Dana Moneter Internasional) IMF dengan mengatakan; “Sudah saatnya dunia ketiga menuntut dengan keras agar IMF – yang tidak bisa memberikan jaminan stabilitas bagi ekonomi dunia ketiga, yang juga tak bisa memasok dana pada negara-negara debitor, agar bisa mengatasi krisis likuiditasnya – di bubarkan.’ IMF hanyalah diarahkan untuk melindungi dan menyelamatkan negara-negara kreditor.”
Kekesan Castro pada lembaga-lembaga keuangan internasional dilontarkan juga kepada para perancang tata ekonomi dunia baru. Tata ekonomi dunia baru yang didominasi negara kaya adalah kejahatan yang memaksa negara miskin untuk membayar utang yang senantiasa membengkak dan menekan harga-harga komoditas ekspor mereka. Kemudian Castro merujuk pada pengadilan Nuremberg – sebuah pengadilan di Jerman sesudah perang dunia II bagi penjahat perang dan Nazi – sebagai tempat yang tepat untuk mengadili perancang tata ekonomi duania baru itu.
”Kita butuh Nuremberg baru untuk membubarkan IMF dan mengadili perancang tata ekonomi yang mereka kenakan pada kita sehingga setiap tiga tahun makin banyak warga kita tewas karena kelaparan dan penyakit-penyakit yang tidak dapat dicegah/diobati. Tingkat kematian ini jauh lebih besar dibandingkan tingkat kematian selama enam tahun Perang dunia II,” ujar Castro keras.
Pada 8 Mei 2001, Castro berkunjung ke Iran. Dalam kunjungannya Castro mengungkapkan keinginannya untuk membangun hubungan politik  dan memuji Iran sebagai sebuah negara perintis kemerdekaan dan keamaan yang selalu menolak campur tangan asing.
Presiden Iran berkata: ”Kerjasama kita adalah dalam rangka membentuk sebuah sistem internasional yang menjunjung hak-hak berdaulat semua bangsa dan menghormati hak-hak untuk mencari kebebasan.”
Pada 26 Juli 2001 di Havana Castro memimpin lebih dari 1,2 juta rakyat Kuba berdemo memprotes sanksi semena-mena AS terhadap Kuba selama empat dekade. Dengan memakai sepatu tenis warna putih dan pakaian militer warna hijau, Castro berjalan di depan lautan demonstran yang melewati kantor misi diplomatik AS di bagian kota Havana yang menghadap laut di jalan Malecon.
Masalah Al-Qaidah yang diklaim sebagai dalang teroris internasional Fidel Castro punya penilaian sendiri baginya; al-Qaida tidak lebih alat pemerintahan Presiden AS George Bush untuk mewujudkan agenda-agendanya. Dalam essay yang ditulisnya, Castro mengingatkan kembali bahwa AS sendiri yang melahirkan al-Qaida, kelompok yang sekarang disebut teroris oleh AS.
Menurut Castro, pemerintahan Bush telah menyesatkan publik AS tentang apa sebenarnya yang terjadi dalam serangan tahun 2001 yang terjadi AS. AS memanfaatkan keberadaan al-Qaida ketika membutuhkan kambing hitam untuk membenarkan tindakan-tindakannya. Dan sudah menjadi rahasia umum, AS sengaja menciptakan sendiri musuh-musuhnya untuk memperkuat hegemoninya di dunia.
Itulah sebabnya, tulis Castro, AS selalu gagal menangkap pimpinan al-Qaida Usamah bin Ladin yang diburu sejak tahun 2001, karena AS masih membutuhkan al-Qaida untuk mencari pembenaran atas tindakan-tindakannya mengobarkan perang di negara-negara Muslim seperti Irak dan Afghanistan.
Al-Qaidah dibentuk oleh badan intelejen AS, CIA lewat “Operasi Cyclone”. CIA membiayai dan merekrut orang-orang militan di Afghanistan untuk melawan invasi Uni Sovyet yang kala itu menjadi musuh besar AS.
Sebagaimana dilansir Kantor Berita AFP dari Havana, Castro mengatakan, negara-negara kapitalis Eropa tidak dapat menyelesaikan problema-problema mereka sendiri. Mereka gagal menghadapi pengangguran, kendala para pemodal yang kehabisan uang dan sektor pertanian yang hancur. Untuk itu, Barat tidak dapat melimpahkan kondisi tersebut dan penyelesaian problema-problema tersebut ke negara-negara lain.
Tentang klaim banyak orang bahwa dirinya seorang komunis, Fidel Castro bertanya: ”Apakah aku seorang komunis? Tidak. Aku adalah seorang manusia yang cukup beruntung mempelajari suatu teori politik, seorang manusia yang terperangkap dalam pusaran arus krisis politik Kuba lama sebelum menjadi seorang komunis dewasa.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: