Hisyam

PENYAIR YANG JUJUR

Hisyam bin Abdul Malik adalah seorang Waliyul ahdi dinasti Bani Umayyah pada sepuluh tahun pertama abad kedua Hijriyah. Masa itu adalah masa puncak kekuasaan mereka yang paling gemilang.

Suatu hari, selepas thawaf mengelilingi ka’bah, dia berusaha menyentuh dan mencium hajatul aswad, namun banyaknya jumlah jama’ah haji membuatnya tidak berhasil. Kaum muslim yang hari itu mengenakan pakaian ihram, berdzikir dan menyebut nama Allah bersama-sama dan melakukan amal ibadah secara serentak, begitu dalamnya tenggelam dalam lautan ritual ke-ilahi-an, hingga tidak dapat mengingat kedudukan duniawi Hisyam dan tingkat sosialnya yang tinggi. Kaki tangan dan para pengawal yang datang bersama Hisyam dari negeri Syam juga gagal menjaga keagungannya di hadapan kebesaran dan keagungan amal ibadah haji. Berulang kali Hisyam berusaha untuk sampai ke hajarul aswad, namun selalu saja gagal. Akhirnya dia mengalah dan mundur, Hisyam duduk di sebuah kursi yang telah tersedia di tempat yang agak tinggi sembari memandang jamaah haji yang sedang mengintarinya. Tiba-tiba muncul seseorang yang berwajah shaleh. Mula-mula beliau bertawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali, lalu dengan wajah tenang dan langkah yang mantap, beliau beranjak menuju ke arah hajarul aswad. Jamaah yang berdesakan itu segera memberikan jalan ketika melihatnya datang.

Melihat hal itu, orang-orang Syam merasa terkejut. Mereka terheran-heran, karena seorang waliyul ahdi seperti Hisyam yang mempunyai status sosial yang tinggi, gagal mencapai hajarul aswad, tapi orang yang sederhana itu justru dengan muda bisa mencapainya.

“Siapa gerangan orang itu wahai Amirul Mukminin?” tanya orang kepada Hisyam.

“Entahlah,” jawab Hisyam tak acuh.

Hisyam sebenarnya mengenal siapa orang itu; ia adalah Ali bin Husain Zainal Abidin, namun berpura-pura tidak mengenalnya. Dan siapakah yang berani mengenalkan orang ini kepada Hisyam, yang pedangnya selalu berlumuran darah pada saat-saat ini? Dalam keadaan seperti itu, Hammam bin Ghalib, yang lebih dikenal dengan nama Farazdaq, seorang penyair Arab yang kesohor, yang seharusnya menjaga wibawa Hisyam lebih dari orang lain, ketika jiwanya sedang berkobar dan mendidih. Farazdaq malah berkata: Aku kenal dia. Bahkan dia tidak puas dengan mengenalkannya begitu saja.

Dia bahkan berdiri di sebuah tempat yang agak tinggi; mengucapkan syair:

Inilah seseorang yang batu-batu kecil Bertha mengenalnya, tanah di luar haram pun mengenalnya.

Inilah putra hamba-hamba Allah yang terbaik, inilah orang Muttaqi, suci, bersih, terkenal.

Kata-katamu: siapakah gerangan dia?

Tidak akan menodainya,

Karena Arab dan ‘Ajam mengenalnya,

Walau kau mengingkarinya.”

Mendengar syair, mantiq dan bayan Farazdaq ini, Hisyam naik darah. Diperintahkannya agar jatah Farazdaq dari Baitul Mal diputus, dan dia dijebloskan ke dalam penjara Asfan, suatu daerah antara Mekkah dan Madinah. Namun semua itu tidak mengendurkan semangatnya yang dalam untuk mengungkapkan aqidah dan prinsipnya. Bahkan di penjara pun, dia terus mengucapkan syair-syairnya yang bernada protes dan kritik berapi-api.

Suatu hari, Ali Zainal Abidin mengirim sejumlah uang untuk Farazdaq sebagai ganti atas pemotongan haknya dari Baitul Mal. Tapi Farazdaq menolaknya. Dia berkata: “Kuucapkan syair itu demi aqidah dan imanku dan karena Allah semata-mata. Aku tidak berhasrat menerima uang ini sebagai upah.” Untuk kedua kalinya Imam Ali Zainal Abidin mengirimkan sejumlah uang kepada Farazdaq. Dia berpesan: “Allah SWT Maha Mengetahui tujuanmu. Andaikan engkau terima bantuanku, tidaklah bearti bahwa ganjaranmu dan pahalamu akan terusik.” Dan Imam Ali Zainal Abidin bersumpah kepada Farazdaq agar menerima bantuannya. Farazdaq pun menerimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: