Jose Rizal; Pahlawan Philipina

poto-bing4Jose Jose Protacio Mercado Rizal y Alonzo Realonda muda lahir pada tanggal 19 Juni 1861 sebagai anak ketujuh dari sebelas bersaudara, putra pasangan Francisco Mercado Rizal dan Teodora Alonzo Realonda.  Jose hidup dari keluarga keturunan Cina-Mestizo yang mewah di kawasan Calamba, Provinsi Laguna, Filipina.
Ia mulai belajar di Laguna, kemudian ke Manila untuk belajar di Ateneo Municipal de Manila (kini Universitas Ateneo de Manila). Di sini, ia meraih sarjana muda pada 1877.
Sebagai Ketua Gerakan Propaganda Movement Pelajar-Pelajar Filipina di Spanyol, Jose menyumbangkan sejumlah artikel pada Surat Kabar La Solidaridad terbitan Barcelona (kota di Spanyol). Tulisan Jose punya maksud, antara lain menjadikan Filipina sebagai salah satu provinsi Spanyol, mengusulkan pembentukan perwakilan di cortes (parlemen), mengusulkan kebebasan berserikat dan bersuara, dan hak yang sama di sisi undang-undang (untuk rakyat Filipina dan penguasa Spanyol).
Jose menulis dua novelnya yang menggambarkan kekejaman dan ketidakadilan Spanyol dalam memperlakukan rakyat Filipina, serta pertempuran berdarah untuk merebut kemerdekaan Filipina.  Novel itulah yang diaanggap memicu kematian Jose Rizal pada tanggal 30 Desember 1896.  Karya pertamanya berjudul “Noli Me Tangere” yang secara analitis bermakna “Perjuangan dari Hati” membuat rakyat Filipina untuk pertama kalinya menyadari betapa tidak adilnya perlakuan bangsa Spanyo.
Novel keduanya berjudul “el Filibusterismo” adalah lanjutan novel pertamanya, bermakna “Perjuangan dengan akal” dan bertema politis.  Pada saat itu, Jose Rizal belum sepenuhnya mengabdikan diri untuk menentang Spanyol dan Gereja katolik.  Ia hanya menentang para pemerintah dan petinggi gereja yang sangat sewenang-wenang.  Bahkan ia sempat mendaftar kuliah pada tanggal 3 November 1883 dan meraih gelar Doktor di bidang Obat-Obatan pada tanggal 21 Juni 1884, serta gelar di bidang Filsafat di Universitas Madrid, Spanyol, tanggal 29 Juni 1885.
Setelah lulus, ia memutuskan untuk mengambil spesialis Ophtamology (kedokteran mata) di Eropa.  Saat itulah ia menulis novelnya, dan diterbitkan pertama kali  di Filipina pada tanggal 29 Maret 1887.  Ia kembali ke Filipina pada tanggal 6 Agustus 1887.  Setelah berkutat dengan masalah-masalah agraris yang dihadapi penduduk di kampung halaman serta mengobati kebutaan ibunya, ia terpaksa meninggalkan Filipina pada taggal 3 Februari 1888 karena keamanan keluarganya terancam oleh oknum-oknum yang merasa dirugikan oleh novelnya.
Tak lama berselang, novel keduanya terbit.  Efek yang ditimbulkan hampir sama dengan novel pertamanya, yaitu membangkitkan semangat rakyat filipina untuk melawan penjajahan.  Jose Rizal sempat mendirikan Liga Filipina tanggal 3 Juli 1892, namun akhirnya ditahan oleh pemerintah di Dapitan, Mindanao Utara.  Di tempat inilah ia menikahi Bracken, seorang gadis Irlandia.  Setelah empat tahun, Jose Rizal bebas, dan kembali melakukan berbagai usaha untuk memperjuangkan hak asasi manusia di seluruh dunia.
Saat hendak bertolak ke Kuba untuk memerangi penyakit kuning,  ia ditangkap dan dikembalikan ke Filipina, kemudian dipenjarakan di Fort Bonifacio, Manila pada tanggal 3 November 1896. Ia dinyatakan bersalah, dan dihukum tembak dengan persetujuan Gubernur Camilo G. de Polavieja pada tanggal 30 Desember 1896 di Bagumbayan.  Jose Rizal tak perah merasa takut menghadapi eksekusinya karena ia merasa bahagia bisa mati demi negara.  Kecintaannya pada Filipina yang begitu besar diapresiasi oeh kelompok yang menamakan dirinya Rizalis lewat sebuah puisi berjudul “Mi Ultimo Adios”.

Sumber. Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: