Makna Busana

Jubah/baju di zaman sekarang pada hekakatnya bukan hanya alat penutup tubuh, pakaian menurut Aris Wahyudi merupakan sarana aktualisasi diri. Sederhananya sebagai alat pamer bagi pemakainya. Pamer dengan pakaian digunakan oleh semua orang terutama kaum agamis why? Mereka sering memakai pakaian seragam keagamaan persis yang dipakai pemuka agama, bahkan sering persis yang dipakai nabinya, dengan alasan biar semua orang menganggap kalau dia adalah pengikut agama yang taat atau biar dunia mengira dia selalu berdoa seumur hidupnya.
Begitu juga dengan Jilbab, tidak lebih dari sebuah simbol identitas agama tertentu yang ingin mengekalkan doktrin norma-norma masa lalu. Ini diperkuat oleh pendapat Fedwa El-Guindi yang menyatakan bahwa jilbab sebagai ekspresi kesopanan dan tata cara pergaulan yang menjadi tradisi di berbagai tempat. Contoh konkret bagaimana agama Kristen Protestan memaknai Jilbab sebagai simbol bermuatan ideologis dan politis, Katholik sebagai pandangan tentang kewanitaan dan kesucian. Sedangkan Islam mengartikannya sebagai alat perlawanan terhadap status quo penguasa. Seperti Kasus Iran pada masa Syah Reza Fahlevi, Jerman, Prancis, Amerika pada masa sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: