Nasehat untuk HMI II

Aku benci hogomenitas dan suasana menoton. Aku ingin mencari lingkungan yang baru yang masih kaya akan inspirasi    (Ahmad Wahib)

Kita pasti bertanya dalam hati kecil, mengapa banyak kader HMI melarikan diri? Dan tragisnya kader-kader murtad tersebut natebone adalah kader-kader militan dan mempunyai prospek yang cerah untuk kemajuan di HMI. Mengapa ?.
Melihat realita yang terjadi di HMI sekarang, sungguh mengenaskan untuk sebuah organisasi yang diklaim memiliki sejuta inspirasi dan sejuta ide-ide fundamen bagi sebuah perubahan. HMI sekarang bukan HMI yang dulu, yang di pancari oleh lima kualitas insan cita, ia telah berubah secepat kereta pengantar waktu, namun meninggalkan kadernya dalam jurang keterasingan.
Ini mungkin patut kita renungkan apa yang dikatakan oleh senior kita di atas. Bagaimana banyak kader-kader HMI yang militan mencari lingkungan baru, untuk mengasah skill dan kreativitas dirinya. Jangan salahkan mereka. Pengurus pun jangan saling menyalahkan dan mengklaim bahwa dalam HMI ada teori proses dalam arti siapa yang siap secara mental maka dia tidak akan tersingkir. Berkaca donk mari berkaca. Mereka bukan pergi karena di HMI pengkaderannya tidak bagus, kurang kreatif, bukan. Tetapi pengurus-pengurus itu sendiri yang tidak bisa memenej sebuah pengkaderan secara bagus. Kita ambil sebuah analogi saja. Mana mungkin akan ada yang tertarik masuk HMI kalau baru MAPERCA saja sudah di arahkan untuk berpikiran pragmatis atas nama marxist tetapi bertopeng kapitalis.
Kemarin LK HMI sudah dilaksanakan dan hal yang paling mendasar yang harus kita lakukan adalah evaluasi dan intropeksi diri. Apakah teori dan praktik sudah belance ketika dilapangan?. Dan mulai berfikir ke depan kader-kader muda akan di bawa kemana pasca di LK. Menjadi manusia yang bermental pejabat atau aparat. Itu tinggal kita yang menjadi sutradara. Mereka hanya lakon dalam peran yang setiap saat dapat kita bentuk seperti apa saja.
Namun kita harus ingat jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam memenej, lagi-lagi aku katakan jangan salahkan mereka jika mereka melarikan diri dari HMI. Ingat kawan, HMI bukan ajang pencarian sebuah nilai. Kita disini berproses untuk menemukan jati diri dan hakekat kita sebagai agent social of change.  Ingat pemimpin  bijak adalah pemimpin yang mampu melaksanakan apa yang diucapkannya awal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: