Saran untuk Indonesia II

Kemajuan Indonesia merupakan agenda utama untuk kita pikirkan, karena siapa lagi yang akan memikirkannya kalau bukan kita sebagai bagaian dari generasi muda. Generasi tua lupakan, sebab mereka telah gagal, jika perlu mulai sekarang jangan pernah ada lagi sekelumitpun ide mereka di dalam otak-otak kita. Menurutku hal terpenting untuk dilakukan agar Indonesia bisa finish terdepan dari negara-negara Asean bahkan Asia adalah :
Pertama, Perkuat Angkatan Laut guna menjaga kedaulatan Indonesia yang 75 % adalah lautan, jika kita mau membaca sejarah Majapahit, Sriwijaya, Demak, Mataram, dll telah memberi bukti. Di samping itu, Tan Malaka dan Pramodya Ananta Toer jauh-jauh hari juga telah engingatkan untuk memperkuat pasukan laut bukan pasukan darat karena Indonesia adalah wilayah kepulauan.
Kedua, Pengsiunkan secara paksa pegawai negeri-pegawai negeri yang usia di atas 50 tahun, disamping sebagai bagian dari penghematan uang negara juga sebagai bentuk potong generasi tua yang tidak produktif dan pemerataan kesempatan kerja bagi penggangguran di Indonesia. Karena banyak survey membuktikan bahwa pegawai negeri usia di atas 50 tahun hanya datang, duduk, isi absen terus pulang tanpa memberikan sumbangsih pemikiran kembali bagi kemajuan bangsa.
Ketiga, Bentuk pasukan khusus penembak mati koruptor, karena 50 % pemiskinan bangsa Indonesia dilakukan oleh koruptor. Aku yakin jika itu sudah dibentuk akan sedikit uang negara dinikmati oleh segelintir orang. Tapi dengan syarat orang-orang yang ditunjuk adalah orang-orang yang benar-benar mempunyai idealisme tinggi, takut dengan tuhan, dan punya jiwa kemanusiaan. Jika itu tidak ada siap-siap aja seperti ”jaksa sekarang” tidak lebih Maling teriak maling.
Keempat, Bentuk komite khusus menangani Zakat di tiap RT sama seperti Pajak. Kemudian hasilnya dilaporkan ke tingkat kecamatan sebelum dialokasikan kepada fakir miskin. Aku yakin akan terlihat potensi zakat, sebagai bagian dari solusi permasalahan bangsa dan akan ketahuan juga siapa-siapa yang tidak pernah membayar zakat setiap tahunnya.
Kelima, Terbitkan Undang-undang anti swalayan, mini market dan mall karena pusat-pusat belanja inilah yang telah menggusur secara paksa pasar-pasar tradisional yang notabene urat nadi perekonomian rakyat.
Keenam, Bentuk kembali KUD di tiap-tiap desa/kelurahan di seluruh Indonesia sehingga perekonomian rakyat akan terpantau dan yang tidak kala penting ada pemantauan langsung dari staff menteri atau dibawahnya kemudian dilaporkan ke menteri setiap bulannya, setalah itu ada evaluasi terhadap kinerja KUD.
Ketujuh, bentuk tim khusus penyadaran kiyai-kiyai kolat di pedesaan bahwa modernisasi itu penting. Karena akar kejumudan berfikir umat Islam di Indonesia terletak pada mental-metal kiyainya yang mabuk pristese sehingga lambat laut akan hilang kesalahan berfikir bahwa kiyai wajib diberi zakat sebagaimana fatwa yang dia ajarkan selama ini ke masyarakat pedesaan.
Demikianlah konsep kemajuan Indonesia yang kutawarkan, memang terkesan utopis, tatapi jika ada niat tulus untuk berubah, semua keutopisan itu tidak bearti apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: