Saran untuk Indonesia

Kian hari utang negara kita semangkin menumpuk berita terakhir menyebutkan sebanyak 1.400 Triliun dengan bunga 80 triliun/tahun. Sungguh tragis, mampukah kita membayarnya dalam jangka waktu yang cepat tanpa menunggu generasi berikutnya menangis?. Kita wajib mengutuk koruptor dan dinasti Cendana sebab merekalah dalang sekaligus kambing hitam atas ini semua.
Namun menurutku ada beberapa cara untuk menghilangkan atau mengurungi hutang tersebut.
Pertama, potong gaji sebanyak 2.5 % PNS di seluruh departemen. Hitung-hitung sebagai zakat profesi yang ”tidak pernah” ditunaikan oleh mereka di Indonesia.
Kedua, Buat standarisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan batasan maksimal dan minimal seperti maksimal nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah  Rp. 5000 per 1 $. Agar gerak rupiah terhadap dolar tidak fluktuatif.
Ketiga, Sita harta koruptor terutama koruptor BLBI seperti David Nusa Wijaya dari Bank Servita, Samadikun Hartono dari Bank Modern, Bambang Sutrisno dari Bank Surya, Andrian Kiki Andiawan dari Bank Surya, Eddy Tansil kasus ekspor fiktif, Sujiono Timan kasus BPUI, Salim dkk. Kemudian inventarisasi harta mantan pejabat yang disinyalir terjangkit korupsi khususnya dinasti Cendana baik harta bergerak maupun tetap setelah itu di lelang dan hasil lelang tersebut diperuntuhkan untuk membayar hutang.
Keempat, Jual pulau-pulau terluar Indonesia, bukannya tidak nasionalis akan tetapi daripada tidak terurus dan dikemudian hari melahirkan sengketa dan akhirnya kita kalah di sidang internasional seperti Sipadan dan Ligitan, lebih baik di jual dan uangnya untuk melunasi hutang.
Kelima, Terapkan standarisasi pajak maksimal dan minimal untuk orang kaya dan orang miskin. Misalnya orang kaya pajaknya minimal 25 % dari harta kekayaannya sedangkan orang miskin pajaknya maksimal 1 % dari hartanya.
Keenam, Nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing dan lokal kapitalis yang sedikit memberi pemasukan kepada bangsa seperti Freeport, Exxon Mobile, Hotel Hilton, BCA, Mandiri, Sinar Mas, Cipta Cakra Murdaya, Ciputra, Astra International, Soemporna, Newtont International, Monsanto British Petroleum, PT. Pupuk Kaltim Prima Coal, PT. Pusri, Djarum Kudus, Gudang Garam, PT Krakatau Steel, PT. Bentoel, Kalla Group, Bakri Group, Fahmi Group, Cendana Group dll.
Ketujuh, Terbitkan surat haram berhutang kepada IMF, Word Bank dan donatur-donatur tetap yang notabene tidak menyelesaikan masalah.
Kedelapan, Hapus tunjangan dan fasilitas-fasilitas mewah lainnya untuk pejabat pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah.
Kesembilan, terbitkan surat hutang berjangka maksimal 5 tahun untuk pengusaha-pengusaha yang meminjam uang kepada pemerintah.
Terakhir kesepuluh, Cabut subsidi untuk perbankan, mobil mewah dan alat-alat elektronik lainnya.
Demikianlah sepuluh cara melunasi hutang yang aku tawarkan. Aku yakin jika pemerintah benar-benar punya komitmen kepada rakyat hutang luar negeri dalam jangka waktu 5 tahun akan segera diselesaikan dan menjadi agenda terdepan dalam perbaikan bangsa. Sahabat engkau sepakat dengan ideku tersebut atau engkau punya ide lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: