Tawaran untuk Islam

Apa itu Islam sahabat? Mengapa agama kita ini adalah satu-satunya agama yang tertinggal jauh secara peradaban. Padahal kalau kita kaji secara historis bukankah agama ini adalah agama super dibuktikan dengan penyempurnaannya hanya memakan waktu 23 tahun oleh satu orang tokoh bernama Muhammad. Apa yang salah dari Islam dan mengapa umatnya semakin hari semakin jauh dengannya. Menurutku ada beberapa hal yang harus dilakukan jika umat Islam mau bangkit dari ketertinggalan. Pertama, rekonstruksi pola pendidikan yang selama ini diajarkan kepada generasi Islam karena sangat berorientasi pada fiqh. Akibatnya memunculkan penyimpangan-penyimpangan sistemik terhadap ajaran Islam, diperparah dengan lahirnya hegemoni penguasa dan ulama lewat pengkultusan dan penghambaan terhadap sosok-sosok tertentu. Contohnya pengkultusan terhadap Syeh Abdul Qodir Jaelani oleh golongan tarekat Qodariyah, Nashabandiyah atau teologi Asy’ariyah terhadap 4 Madzhab. Padahal tradisi pengkultusan dan penghambaan seorang ulama tidak lebih merupakan bentuk “penduahatian” terhadap sang pencipta. Maka konsekuensi logisnya adalah syirik. Akan semakin dilematis ketika masyarakat dihadapkan kepada satu sisi mata uang antara memilih ketundukan kepada tradisi dengan norma-norma modernitas yang menolak konsep seperti itu. Akibatnya muncul sentimen dan klaim tidak bersahabat terhadap nilai-nilai modernitas yang dianggap tidak “Islami”. Padahal konsep penghambaan selain kepada Tuhan justru lebih tidak Islami.
Akibat penghambaan yang membabibuta masyarakat seakan-akan sepakat ketika muncul statements dari seorang ulama/kiyai bahwa bekas air minumnya adalah barokah. Terkadang aku bertanya apakah ada nash atau hadits nabi yang mengatakan bahwa bekas air minum nabi Muhammad adalah berokah, kan sangat munafiq, pebuatan seperti itu.
Kedua, hentikan sekarang juga perdebatan teologis antara Sunni dan Syiah, atau untuk konteks Indonesia hentikan perdebatan khilafiah antara NU dan Muhammadiyah atau perdebatan antara Islam nasionalis dengan nasionalis Islam dalam masyarakat lokal tentang dasar negara pasca kolonialisasi dan liberalisasi. Karena menurutku perbuatan tersebut tidak pernah menyentuh esensi dari permasalahan Islam, justru sebaliknya semakin membuat umat Islam terjerumus kejurung ketertinggalan. Ketiga, Ciptakan kembali spirit Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah saudara. Jika salah satu tersakiti maka yang lain juga sakit. Sehingga setiap umat Islam terutama negara berbasis agama Islam akan serius mengurusi kasus penindasan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa barbar dan zionis di negara Palestina, Afghanistan, Irak, Cheznya, Bosnia, Libanon, Bangsa Moro, Thailand Selatan, Kashmir, Turki, Indonesia, dll. Jangan hanya bisa mengandalkan Hammas, Hisbullah, Jama’ah Islamiah, Persatuan Islam Moro, Laskar Jundullah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: