Tuhan

Suatu hari aku disapa Deepak Chopra, ia berkata dengan lantang di sebuah tempat khutbah: “orang-orang selalu bertanya siapa aku ini, dari mana aku berasal, apa makna sesungguhnya dari keberadaanku, apakah Tuhan memang ada. Dari ucapan itu aku teringat doa yang sering kita lantunkan di Komunitas Halusinasi: “ Tuhan adalah ide, Tuhan berdosakah aku jika tidak mempercayaimu dan rugikah engkau memasukkan aku kesurgamu hanya karena aku tidak beriman kepadamu. Tuhan banggakah engkau memasukkah aku kesurgamu hanya karena aku iman kepadamu.
Sahabat menurut Nurcholis Madjid cendikiawan muslim kontemporer tuhan adalah sesuatu yang tidak punya nama, titik, huruf. Jadi Tuhan dalam tradisi agama merupakan Tuhan buatan manusia bukan murni, karena ia mempunyai nama, huruf, titik dan lain sebagainya. Tapi menurutku sahabat Tuhan adalah pemahaman, kepercayaan, ilustrasi hati dan pikiran. Seandainya kita sudah bisa merangkum ketiga hal tersebut  aku yakin kita dapat menemukan dan sekaligus wahdatul wujud dengannya, seperti Al-Halajj, Syekh Siti Jenar, Rabi’ah Al-Adawiyah, Abdullah Ibn Umar dll.
Sedangkan Fazhur Rahman memaknai Allah adalah Tuhan tertinggi dalam tradisi Arab jahiliyah, membawahi Tuhan-Tuhan lain seperti Latta, Uzha, Manat, Hubal. Menurtnya bangsa Arab pada saat itu mereka menyembah berhala hanya sebagai perantara supaya dapat berhubungan langsung dengan Tuhan yang lebih besar yaitu Allah. Sahabat engakau sepakat dengan statement itu, jika engkau tidak sepakat, aku hanya dapat memberi saran sedikit, jangan anarkis sebab beragama adalah pilihan hidup termasuk masalah tuhan.
Dus, dimana Tuhan, sampai sebatas mana kita dapat menemukan bukti ke-esa-an-Nya sebagai Tuhan tunggal untuk manusia. Tuhan terlalu besar sehingga rasio kita sulit untuk dapat menjangkau kesempurnaannya. Namun, apakah salah jika kita mencari dalam rangka proses hidup untuk menemukan Tuhan bukan dibuat oleh manusia, tetapi dibuat oleh hati kita sendiri, dan menemukan Tuhan dalam wujud lain yang tidak bisa digambarkan dalam angan-angan semu. Karena menurutku sanga penting agar kita dapat memahami wahyu agama secara komprehensif dan menyuruh, sehingga ibadah yang kita lakukan bukan semata-mata urusan ukhrowi berorientasikepada surga dan surga seperti pelajaran di sekolah-sekolah.
Sering aku bertanya benarkah surga itu ada, atau hanya akal-akalan para Nabi agar misinya cepat diterima dan mengapa konsep surga dalam agama kita seperti itu, sangat sederhana, mirip hotel bintang lima. Aku menyadari bahwa “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribada kepada Ku”. Adalah tujuan hidup manusia mengabdi, berserah diri kepada Tuhan (ber-Islam), tetapi ada satu problema untuk kita perdebatkan Tuhan seperti apa yang harus kita sembah.
Aku yakin kita diciptakan oleh Tuhan untuk selalu mencari dan terus mencari fenomena-fenomena Tuhan. Dengan harapan apabila kita sudah menemukan itu berarti kita sudah benar-benar tahu Tuhan itu seperti apa…. !!!. apalagi ada istilah Tuhan dengan t kecil dan Tuhan dengan T besar apa semua Itu. Benarkah kalau Allah tuhan dalam tradisi Islam itu tuhan yang dengan T kecil. Aku tak tahu sahabat.  Dalam pencarian aku hanya menemukan bahwa Tuhan itu adalah Im-materi yang sulit dipahami oleh rasio, kebaikan, kesempurnaan, kekuasaan,  pengasih, penyayang, pemberi maaf, identik dengan-Nya. Seperti apakah Tuhan !!!.
Tuhan dalam kebimbanganku ini aku memohon kepadamu sebagai orang yang lemah. Tolong jangan kau siksa aku pada saat aku lalai mengerjakan Tugasmu karena alasan ingin selalu mencari kebenaran dari keberadaanmu. Tuhan akupun memohon tunjukan jalan agar aku mengetahui dan paham tentangmu. Tuhan jangan kau cap aku pembangkang saat aku lupa bahwa hari ini aku harus menyembahmu. Tuhan ampuni hambamu jika aku ragu bukti-buktimu yang dibuat oleh hambamu sendiri. Tuhan Alam, Terciptakan, Sebenarnya. Kau maha Transenden sulit akal kecilku menjangkau Kau yang Maha besar. Tuhan Sejarah, persepsi, Diciptakan, kenapa hambamu berteriak perang atas namamu. Apakah memang sudah menajadi “Sunnatullahmu”kau harus dibela. Di mana kuasamu. Tuhan aku menolak konsep sederhana dalam memahamimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: