Mujizat Shadaqoh II

SEDEKAH TANPA UANG

Di sebuah desa di Klaten Jawa Tengah ada seorang pengemudi Becak sebut saja namanya Kasan. Kasan adalah seorang tukang becak yang rutin bersedekah dengan cara menggratiskan penumpangnya pada setiap hari jum’at.

Pada suatu hari, ada seorang ibu kaya yang bernama Bu Marto datang dari kota ke desa itu untuk suatu keperluan. Tanpa menawar atau bertanya harga, Bu Marto langsung naik ke atas becak Kasan tadi.

Setelah sampai tujuan, Bu Marto bertanya; ”Pak berapa ongkosnya?”

Pak Kasan menjawab, ”Maaf Bu, Bukannya saya menolak uang Ibu, tapi saya sudah bertekad untuk bersedekah dengan cara menggratiskan biaya tarikan becak saya setiap hari Jum’at. Kebetulan hari ini adalah hari Jum’at sehingga ibu tidak perlu membayar ongkos becak saya.”

Tanpa menunggu tanggapan balik Bu Marto, Kasan pun kembali mengayuh becaknya menjauh. Tinggallah Bu Marto yang terbengong-bengong tidak percaya. Ia merasa diingatkan. Ia merasa diejek karena selama ini ia tidak pernah bersedekah. Ia tidak percaya dengan cara sedekah Kasan, si pengemudi becak itu, sehingga ia pun berniat untuk membuktikannya lagi.

Jum’at berikutnya, Bu Marto pun kembali mendatangi desa itu. Kali ini ia hanya ingin membuktikan kebenaran sedekah si pengemudi becak tadi. Ia pun sengaja menunjukkan tempat tujuan yang lebih jauh dari Jum’at sebelumnya. Dan betul, ketika sudah sampai tujuan, Kasan mengungkapkan hal yang sama, yakni menggratiskan becaknya setiap hari Jum’at.

Akhirnya, Bu Marto berkata; tolong antarkan saya ke rumah Anda. Saya ingin sekali mengenal lebih dekat dengan keluarganya.

Kasan menjawab; ”Dengan senang hati”.

Kemudian Kasan pun mengayuh becaknya mengantarkan Bu Marto ke rumahnya.

Rumah Kasan sangat sederhana. Ia mempunyai seorang istri yang shalihah dan tidak pernah membuka auratnya di depan umum. Kasan memiliki dua orang anak yang keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Setelah beramah tama dengan keluarga yang bersahaja itu, Bu Marto pun berkata; Saya merasa malu dengan Pak Kasan. Selama ini, saya tidak pernah bertemu dengan orang yang luar biasa seperti Bapak. Bapak hidup sederhana, bahkan cenderung kekurangan, tetapi tidak pernah meninggalkan sedekah; sedangkan saya hidup penuh dengan kecukupan, bahkan lebih-lebih, tetapi saya tidak pernah mengeluarkan sedekah.

Maka dengan ini, izinkan saya untuk bersedekah atas Hidayah Allah ini. Izinkan saya untuk mengajak Pak Kasan sekeluarga untuk naik haji tahun ini dengan keluarga saya.”

Kemudian berangkatlah Pak Kasan dengan keluarganya ke Tanah Suci, Mekkah.

Sumber: Menjadi Kaya dengan Sedekah karya Muhsin Suny

2 Responses

  1. kisah yang mengharukan mas…!
    nice artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: