Memoar Pak Tom

Malam itu kau masih tertawa
Di gubuk hitam balai-balai bambu
Pelita kecil dan selembar tikar usang
Ketika seorang berdongeng
Ia memberi seberkas sinar
Kisahnya bernada indah
Alurnya mengandung falsafah
Namun mengapa kau tidak beranjak
Angin bertiup pelan
Detak jam berlalu
Di kejauhan adzan subuh bergema
Tak ada kokok ayam
Seperti kemarin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: