Selamatkan Indonesia dengan Syariah

Pertanyaan di atas sangat relevan dalam konteks Indonesia sekarang. Ada beberapa faktor mengapa hal tersebut perlu segera diketengahkan. Pertama, Indonesia kembali menjadi negara miskin, setelah beberapa tahun yang lalu dianggap sebagai negara yang paling cepat pertumbuhan ekonominya, bahkan negara-negara maju memberikan julukan fantastis kepada Indonesia, yaitu Macan Asia. Sekarang untuk sampai dua digit saja, pemerintah bukan hanya pesimistis tapi juga tak mampu bermimpi. Kemiskinan Indonesia sangat terlihat pada tingginya beban utang Indonesia, semakin merosotnya nilai jual Rupiah terhadap Dollar, Belasan juta orang kehilangan pekerjaan, 45 juta nganggur, 5 juta diantaranya bergelar sarjana. Akibatnya dapat ditebak penghungi rumah sakit jiwa meningkat 300%.
Kedua, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tidak berpihaknya pendidikan terhadap Rakyat. Pendidikan miskin hanya jargon kosong, dari komunitas yang berselimut neo liberalisme dalam bentuk UU BHP. Sehingga tidak aneh ketika fakta dilapangan mencatat bahwa 5,5 juta anak putus sekolah.
Ketiga, tingginya tingkat kriminalitas tidak hanya diperkotaan, tetapi juga sudah merambah ke desa-desa. Bahkan peningkatannya tidak tanggung-tanggung mencapai 1000%.
Keempat, Runtuhnya tembok moralitas di masyarakat. Indikatornya sangat terlihat, semakin intensifnya korupsi-korupsi di beberapa departemen, termasuk departemen “penjaga moral”, kemudian Perceraian meningkat mencapai 500%, hamil di luar nikah meningkat 100 %, tawuran pelajar dan mahasiswa meningkat 150 %, dan lain sebagainya.
Padahal potensi alam Indonesia Subhanallah, sangatlah melimpah. Mulai dari areal hutan paling luas di dunia dengan tanahnya subur, dan alamnya yang indah. Belum lagi di tambah dengan kandungan barang tambang emas, nikel, timah, tembaga, batubara, gas dsb. Potensi kekayaan laut juga sangat luar biasa (6,2 juta ton ikan, mutiara, minyak dan mineral lain). Di tambah lagi di bawah perut bumi tersimpan gas dan minyak yang cukup besar, misalnya di lautan Natuna, Ambalat, Palung Timur, dan lain sebagainya.
Namun dengan segenap potensi yang demikian besar, pertanyaannya adalah mengapa Indonesia tetap miskin, apa yang salah, sistem atau “oknum-oknum” di pemerintahan tidak capable dan cakap dalam memerintah sehingga tidak bisa memenejemen Sumber Daya Alam (SDM) yang melimpah ini. Ataukah kedua-duanya dan pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus segera kita lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan.
Ada tiga perspektif penyebab krisis di Indonesia, pertama, Perspektif teknis ekonomi. Maksudnya, Lemahnya fundamental ekonomi, hutang luar negeri yang luar biasa besar, terjadinya defisit neraca transaksi berjalan dsb. Maka Solusi yang harus segera dilakukan oleh pemerintah adalah: meningkatkan ekspor, restrukturisasi hutang, dan sebagainya.
Kedua,Perspektif politis. Maksudnya berkuasanya rezim yang korup dengan tatanan yang tidak demokratis sebagai penyebab utama bobroknya perekonomian Indonesia. maka solusi yang harus segera dilakukan adalah: melancarkan proses demokratisasi hingga pergantian rezim. Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan Juli nanti adalah moment ideal untuk mengganti rezim yang tidak amanah tersebut.
Ketiga, Perspektif filosofis radikal. Maksudnya sistem yang dipakai, yakni kapitalisme liberal, yang memang sudah cacat sejak awal dan bersifat self-destructive. Maka solusi yang harus dan mesti dilakukan adalah: melakukan perubahan sistem. Pertanyaannya adalah sistem seperti apa yang mesti dipilih?
Ada tiga alternatif. Pertama, memilih kapitalisme berarti mempertahankan krisis. Karena kapitalismelah yang menjadi biang segala masalah di Indonesia. Kedua, Memilih sosialisme-komunisme yang telah bangkrut? atau Ketiga, Memilih Islam sebagai satu-satunya alternatif disertai dengan birokrat yang amanah.
Jawabannya kembali kepada masyarakat Indonesia sebagai pelaku dan pelaksana rutinitas kehidupan Indonesia. Memilih Kapitalisme bearti masyarakat Indonesia memang betul-betul Happy terhadap kemelaratan, ketidakadilan, kebodohan, kerusakan, kerakusan, dan lain sebagainya. Memilih Sosialisme-Komunisme yang sudah bangkut berarti masyarakat Indonesia siap kembali pada era Orde Lama, di mana kekerasan adalah bahasa mutlak untuk sebuah kata sama rasa sama rata. di mana Tuhan adalah bencana, di mana partai komunis adalah partai untuk semua, di mana kebebasan berbicara, berserikat, dan berkumpul adalah barang langka.
Memilih Islam menurut saya adalah pilihan ideal, sebagai satu-satunya solusi penyelesaian semua permasalah bangsa. Namun sangat disayangkan, dari ketiga Capres yang akan bertarung bulan Juli, tak ada yang benar-benar Islami. Sayang dan benar-benar sangat disayangkan. Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain kata Pram.
Wallaua’lam bis al-shawab

One Response

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    ngat apa yang dikatakan oleh Abu Bakar Ba’asyir salah satu elemen penting untuk menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia, adalah tegaknya syariat Islam, sekali syariat terkembang, pantang untuk diturunkan.
    Permasalahannya adalah dalam konteks Indonesia syariat Islam merupakan sesuatu yang paling ditakutkan, karena mentalitas Inlander masih bersemayam dibenak tiap-tiap pemimpin bangsa. Jadi, ada pemilu tidak ada pemilu, tetap akan menciptkan rezim yang tidak amanah, mentalitas budak, dan kecenderungan untuk korup lebih besar.
    Kembali ke Syariat Islam, harga mati yang tak bisa ditawar-tawar kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: